TRIBUNNEWS.COM - Ujian Michael Carrick sebagai pelatih interim Manchester United akan berlanjut di Merseyside malam ini.
Manchester United bertandang ke markas Everton di Stadion Hill Dickinson pada Selasa (24/2/2026) pukul 03.00 WIB.
Carrick telah melewati lima laga pertamanya tanpa kekalahan, empat di antaranya berakhir dengan 3 poin, termasuk saat mengalahkan Man City dan Arsenal.
Capaian itu menjadi yang paling tinggi di antara tim Liga Inggris lainnya sejak awal tahun 2026.
Empat kemenangan berturut-turut, kemudian imbang di London dengan skor 1-1 melawan West Ham, Carrick ingin anak asuhnya bangkit di Merseyside nanti malam.
Kemenangan akan membawa Man United ke peringkat 4 klasemen Liga Inggris menggeser Chelsea yang ditahan imbang Leeds.
"Banyak hal yang perlu dipertimbangkan dalam pertandingan ini, termasuk mengetahui apa yang dibutuhkan untuk meraih kesuksesan di Liga Inggris," kata Michael Carrick, dikutip dari laman resmi klub.
"Ini tantangan baru bagi kami, dan akan membutuhkan banyak usaha. Bertandang ke Everton selalu menjadi salah satu pertandingan tandang sulit yang pernah saya mainkan," tambahnya.
Tapi Man United punya dasar dan fondasi, ditambah dengan semangat karena mereka menjalani libur panjang setelah melawan West Ham.
Ya, Man United punya waktu istirahat hampir dua pekan karena tersisih dari Piala FA.
Namun, waktu tersebut adalah momentum bagi Carrick untuk menyetel timnya sesuai dengan prinsip permainan yang dia harapkan.
"Kami telah mencoba membuatnya bermanfaat dengan berbagai cara," beber Carrick soal libur pemain.
"Saya rasa ketika ada perubahan, penting bagi semua orang untuk menerimanya, yaitu berlatih sedikit, libur beberapa hari, lalu berlatih lagi."
"Jaga keseimbangan yang tepat," jelasnya.
Karena setelah ini, Manchester United akan dihadapkan dengan jadwal yang bervariasi, baik itu jadwal pertandingan maupun jeda karena FIFA Matchday ataupun absen di suatu turnamen.
Analyst Opta memprediksi laga Everton vs Man United akan alot. Hal itu diketahui dari hasil simulasi superkomputer Opta, peluang Man United memenangkan pertandingan sebesar 36,6 persen.
Sementara Everton yang bertindak sebagai tuan rumah mencapai 37,1 persen, dan sisanya 26,3 persen berakhir imbang.
Everton berupaya meraih kemenangan ganda dalam satu musim kalender Liga Inggris atas Man United.
Pertemuan pertama di Old Trafford pada November lalu, tim asuhan David Moyes berhasil menang 1-0.
Jika menang, Everton yang kini berada di urutan 9 klasemen Liga Inggris bisa main ke peringkat 7 untuk menggeser Bournemouth dan Brentford.
Pencapaian itu adalah peluang nyata bagi Everton untuk menjaga peluang tampil di kompetisi Eropa musim depan, pertama kalinya sejak musim 2017/2018.
Hal itu dikarenakan peringkat 7 Liga Inggris kemungkinan besar akan mengamankan kualifikasi ke kompetisi kontinental pada akhir musim.
Untuk mencapai hal tersebut, tim asuhan David Moyes perlu meningkatkan performa di sepertiga akhir lapangan, menghasilkan peluang yang banyak, dan mengefisiensikan peluang yang tercipta menjadi gol.
Everton hanya mencatatkan rata-rata 3,3 tembakan tepat sasaran per laga di Liga Inggris musim ini yang mana menjadi angka terendah kedua dalam sejarah The Toffess sejak musim 1997/1998, setelah musim 2017/2018 dengan rata-rata 3,2.
Everton
Jordan Pickford, Nathan Patterson, James Tarkowski, Michael Keane, Vitalii Mykolenko, James Garner, Idrissa Gueye, Tyrique George, Kiernan Dewsbury-Hall, Iliman Ndiaye, Thierno Barry.
Pelatih: David Moyes
Manchester United
Senne Lammens, Diogo Dalot, Harry Maguire, Lisandro Martínez, Luke Shaw, Kobbie Mainoo, Casemiro, Amad Diallo, Bruno Fernandes, Matheus Cunha, Bryan Mbeumo.
Pelatih: Michael Carrick
(Tribunnews.com/Sina)