BPBD Tarakan tak Terima Laporan Usai Gempa Malaysia M 7.2, Warga Kampung Satu Ngaku Rasakan Getaran
Amiruddin February 23, 2026 12:14 PM

 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Tarakan sampai pagi ini, pukul 11.40 WITA, belum menerima laporan pasca rilis gempa terjadi di Kota Kinabalu, Malaysia, pada Senin (23/2/2026) dini hari WITA.

Sebelumnya dilaporkan gempa terjadi dengan kekuatan 7,2 skala richter (SR) dini hari tadi.

Gempa terjadi akibat deformasi di dalam lempeng laut Filipina.

Dikatakan Kepala BPBD Tarakan, Yonsep, sampai siang ini belum ada laporan dari pihak kelurahan. 

"Belum ada ini.

Cuma memang dini hari tadi persis jam dua lewat berapa menitlah, itu sempat ada yang menelpon saya warga Juata Laut, ngerasain kayak ada gempa," paparnya.

 

Kepala BPBD Tarakan, Yonsep, saat ditemui di Tarakan.
PENJELASAN BPBD TARAKAN - Kepala BPBD Tarakan, Yonsep, saat ditemui di Tarakan. Berikut ini penjelasan BPBD Tarakan hingga kesaksian sejumlah warga Tarakan pasca gempa M 7.2 hantam utara Sabah, Malaysia. TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH

 

Baca juga: Kesaksian Warga Sebatik Nunukan Rumahnya Bergoyang saat Gempa M 7.2 Hantam Utara Sabah Malaysia

 

Namun warga tersebut hanya menyampaikan pertanyaan untuk memastikan apakah benar ada gempa.

Tidak ada laporan resmi.

"Tiga orang yang bertanya di wilayah Barat, Utara.

Kayak tanya ada gempa kah pak.

Saya sampaikan barusan dapat informasi tapi jauh jaraknya," papar Yonsep.

Ia melanjutkan lagi, artinya warga sekadar bertanya untuk memastikan lagi. 

Yonsep meminta warga tetap waspada.

"Setiap risiko kebencanaan harus tetap waspada.

Yang jelas sampai siang ini belum ada.

Saya sudah koordinasi dengan Kasi Kedaduratan dan Logistik dan Kasi 2, belum ada juga masuk," ujarnya.

Ia melanjutkan lagi biasanya jika terjadi gempa dan dirasakan, warga pasti mengupdate status.

Dimungkinkan karena kejadian di jam tidur masyarakat.

"Ini dirasakan satu dua orang.

Lokasinya mereka di tengah dan utara," tukasnya.

Sementara itu warga Tarakan bernama Suiman, yang domisili Kampung Satu Tarakan Tengah mengakui, gempa yang dirasakan semacam getaran mobil truk lewat depan rumah. 

"Tapi sebentar saja, ada goyang dikit tapi kayak bergetar aja," aku Suiman.

Warga lainnya bernama Sinta, yang tinggal di Jembatan Besi, Kelurahan Lingkas Ujung, mengakui tak merasakan gempa.

Begitu juga Nurlia, dan Hajrah, warta Gunung Lingkas, Tarakan.

"Tidak ada terasa.

Ini juga baru dapat informasi," papat Hajrah.

 

ILUSTRASI GEMPA BUMI - Seismograf yang menunjukkan terjadinya gempa bumi.
ILUSTRASI GEMPA BUMI - Seismograf yang menunjukkan terjadinya gempa bumi. Berikut ini penjelasan BPBD Tarakan hingga kesaksian sejumlah warga Tarakan pasca gempa M 7.2 hantam utara Sabah, Malaysia.  (TribunKaltara.com/Cornel Dimas Satrio)

 

Baca juga: Gempa M 7.2 Guncang Utara Sabah Malaysia, BMKG Sebut Warga Nunukan dan Tarakan Rasakan Getaran

 

BMKG Sebut Warga Nunukan dan Tarakan Rasakan Getaran

 

Getarannya turut dirasakan warga di Kabupaten Nunukan dan Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara.

Berdasarkan rilis resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG ), gempa terjadi pada pukul 23.57.46 WIB, atau pada pukul 00.57.46 WITA. 

 Hasil analisis menunjukkan episenter gempa terletak pada koordinat 6,94° Lintang Utara dan 116,26° Bujur Timur, atau tepatnya berada di laut sekitar 109 kilometer timur laut Kota Kinabalu, Malaysia.

Gempa tersebut terjadi pada kedalaman sekitar 628 kilometer.

Plt Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, dalam keterangan tertulisnya menjelaskan bahwa berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa ini merupakan jenis gempa dalam akibat aktivitas deformasi di dalam Lempeng Laut Filipina.

“Gempa memiliki mekanisme pergerakan sesar geser naik atau oblique thrust-fault,” jelas Rahmaat dalam keterangan resmi yang diterima, Minggu malam.

Dari hasil analisis pengukuran percepatan tanah serta pemodelan peta guncangan (shakemap), gempa ini menimbulkan guncangan dengan skala intensitas III MMI di wilayah Nunukan.

Pada skala tersebut, getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan terasa seperti ada truk besar yang melintas.

"Sementara itu, di wilayah Tarakan, gempa dirasakan dengan intensitas II MMI, yakni getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung tampak bergoyang," ungkapnya.

Meski berkekuatan besar, hasil pemodelan BMKG menegaskan gempa ini tidak berpotensi tsunami di wilayah Indonesia.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. 

"Informasi resmi terkait gempa bumi dan potensi tsunami hanya bersumber dari kanal komunikasi resmi BMKG yang telah terverifikasi," ujarnya.

 

Baca juga: Gempa Terkini M 7.0 Guncang Kalimantan, BMKG Sebut tak Berpotensi Tsunami

 

BMKG juga meminta masyarakat untuk selalu memastikan informasi yang diterima berasal dari sumber resmi guna menghindari hoaks, terutama pascagempa dengan magnitudo besar yang kerap memicu kekhawatiran di tengah masyarakat.

Di Tarakan, sampai saat ini media masih berupaya menghimpun informasi dari warga apakah ada yang merasakan dampak gempa.

Lantaran kejadiannya terjadi di jam warga tengah istirahat malam.

(*)

Penulis: Andi Pausiah

 



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.