885 Huntara untuk Korban Banjir di Aceh Tamiang Rampung dan Sudah Dihuni, 3.081 Masih Dikebut 
Muliadi Gani February 23, 2026 01:44 PM

 

PROHABA.CO, ACEH TAMIANG - Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, memastikan pembangunan hunian sementara (Huntara) bagi korban banjir terus dikebut.

Pemerintah daerah menargetkan seluruh warga terdampak dapat segera menempati tempat tinggal yang lebih layak setelah sebelumnya harus bertahan di tenda darurat.

Armia Pahmi menyampaikan, hingga saat ini sebanyak 885 unit Huntara telah selesai dibangun dan seluruhnya sudah dihuni oleh warga.

Dengan demikian, 885 kepala keluarga yang sebelumnya tinggal di tenda kini telah menempati hunian sementara yang disediakan pemerintah dan para mitra.

“Sebanyak 885 keluarga yang sebelumnya tinggal di tenda sudah menghuni Huntara.

Saat ini, sudah selesai dibangun 885 unit dan seluruhnya sudah dihuni,” ujar Armia, Minggu (22/2/2026).

Ia merincikan, ratusan Huntara tersebut tersebar di empat lokasi berbeda.

Huntara Danantara di Kampung Simpang IV menjadi lokasi terbesar dengan 600 unit.

Kemudian Huntara Kementerian PUPR di Kampung Bundar sebanyak 240 unit.

Selain itu, terdapat 10 unit Huntara bantuan Dompet Dhuafa di Kampung Dalam dan 35 unit Huntara dari GPCI di Kampung Durian.

Baca juga: 6.211 Unit Huntara di Aceh Rampung Dibangun 100 Persen, Siap Ditempati Warga Terdampak

Baca juga: Keutamaan Shalat Tarawih Malam ke-6 Ramadhan, Mendapat Pahala Seperti Tawaf di Baitul Makmur

Meski demikian, pembangunan Huntara tidak berhenti pada empat titik tersebut.

Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang terus mendorong percepatan pembangunan tambahan hingga mencapai total 3.081 unit.

Saat ini, ribuan unit tersebut masih dalam tahap pengerjaan.

“Yang sudah tahap progres sebanyak 3.081 unit. Ini sedang dikerjakan,” tegasnya.

Selain penyediaan hunian sementara, pemerintah daerah juga menggulirkan program Dana Tunggu Hunian (DTH) sebagai bentuk komitmen menegakkan asas keadilan bagi warga yang belum menempati Huntara.

Bantuan ini diberikan sebagai pengganti biaya sewa rumah selama masa transisi.

Setiap keluarga berhak menerima Rp1,8 juta untuk tiga bulan.

Tercatat sebanyak 2.111 keluarga masuk dalam daftar penerima bantuan DTH.

Pencairan dilakukan secara bertahap, di mana 270 keluarga telah menerima pada tahap pertama, 314 keluarga pada tahap kedua, dan tahap ketiga 1.526 keluarga lainnya saat ini masih menunggu proses verifikasi dan validasi.

Armia menegaskan, pemerintah akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik agar seluruh korban banjir dapat segera memperoleh tempat tinggal yang aman dan layak.

(Serambinews.com/Rahmad Wiguna)

Baca juga: MAKI Adukan Menteri Agama ke KPK, Diduga Terima Fasilitas Jet Pribadi

Baca juga: 1.275 KK Masih Mengungsi, Lokasi Huntara di Pidie Jaya Dinyatakan Final

Baca juga: Kepergok Curi HP, Pria 43 Tahun Ngamuk hingga Acak-acak Warung di Bandung

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.