TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Sekretaris National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Riau, Indra Warman mengatakan almarhum Jaya Kusuma berencana memasang ring terkait penyakit jantung yang diderita.
Namun karena fisik tidak memungkinkan, jadi rencana itu tak terlaksana.
Jaya Kusuma Ketua NPCI Riau meninggal dunia Senin (23/2/2026) pagi sekira pukul 03.56 WIB. Ia meninggal di Rumah Sakit Awal Bross, Sudirman, Pekanbaru.
Diungkapkna Indra, sejak tiga bulan, almarhum bolak balik rumah sakit. Dokter kemudian memvonis jantung. Namun, almarhum juga ada penyakit lain yakni penyakit gula dan ginjal.
Almarhum merasakan sakit dadanya hari Jumat. Kemudian ke rumah sakit. Hari Sabtu almarhum mengaku dadanya makin sesak. Ia mendapat perawatan intensif hingga Senin pagi meninggal dunia.
"Almarhum sosok pejuang. Bagiamana membangun NPCI tanpa kenal lelah. Melakukan pembinaan pada atlet. Mulai dari YPOC kemudian menjadi BPOC dan terakhir menjadi NPCI," ungkap Indra.
Sejarah organisasi olahraga penyandang disabilitas di Indonesia ini berdiri pada 31 Oktober 1962. Organisasi ini awalnya dinamai Yayasan Pembina Olahraga Cacat (YPOC).
Baca juga: Breaking News: Kabar Duka, Ketua NPCI Riau, Jaya Kusuma Meninggal Dunia
Pada Musyawarah Olahraga Nasional (Musornas) YPOC ke VI tanggal 31 Oktober–1 November 1993 di Yogyakarta, nama YPOC diubah menjadi Badan Pembina Olahraga Cacat (BPOC).
BPOC kembali berubah nama menjadi National Paralympic Committee (NPC) pada 2010. Perubahan nama ini sejalan dengan keputusan International Paralympic Committee (IPC) tahun 2005.
Menurut Indra, sosok almarhum akan dikenang sebagai pejuang NPCI. Karena sejak awal telah melakukan banyak hal untuk prestasi atlet disabilitas.
"Almarhum tidak pernah mengeluh susah. Setiap ada kegiatan atlet, ia akan mengusahakannya. Makanya sosok beliau sudah dicari penggantinya," ungkap Indra
Pada Event Asean Paragames , yang mulai dari tanggal 20 hingga 26 Januari 2026 pelaksanaannya, kontingen Indonesia finish di posisi ke 2 pada klasemen akhir perolehan medali.
Indonesia mengumpulkan 135 medali emas, 144 medali perak, dan 114 medali perunggu. Indonesia total mengoleksi 393 medali. Atlet NPCI Riau menyumbang total 19 emas, 19 perak dan 10 perunggu.
Tiga cabor yakni para atletik, para swimming, dan para badminton menjadi penyumbang medali terbanyak buat kontingen Indonesia.
Untuk Riau, medali yang diraih atlet, didominasi cabang olahraga renang. Zaki Zukarnain menyumbang 4 emas , 3 perak
M Gerry Pahker menyumbang 1 emas serta Rino Saputra menyumbang 2 emas 1 perak dan 1 perunggu.
Pada even Asean Paragames tahun 2023 di Kamboja, atlet NPCI Riau menyumbangkan 18 medali emas, 12 medali perak serta 10 medali perunggu.
"Atlet saat ini tengah melaksanakan pelatihan nasional (Pelatnas), kami berharap tetep konsentrasi dan semangat. Meskipun saat ini berduka oleh meninggalnya ketua," pungkas Indra.
(Tribun Pekanbaru/Budi Rahmat)