Diskop UKM Babel Fasilitasi BPJS Ketenagakerjaan untuk 7.000 UMKM
Asmadi Pandapotan Siregar February 23, 2026 05:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menganggarkan fasilitasi kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi 7.000 pelaku UMKM selama enam bulan pada 2026.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas KUKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Arie Primajaya, mengatakan saat ini pihaknya gencar melakukan sosialisasi program tersebut di tujuh kabupaten/kota di Babel.

"Sasaran sosialisasi bukan UMKM secara langsung, melainkan aparatur kelurahan dan desa. Hal ini karena kami menempatkan aparatur kelurahan dan desa sebagai kunci, sebab merekalah yang paling mengetahui warganya yang memiliki usaha aktif di wilayah masing-masing, masih hidup, dan memenuhi persyaratan usia di bawah 65 tahun," ujar Arie Primajaya, Senin (23/2/2026).

Melalui sosialisasi yang kini digelar di Ruang Balai Betason Kantor Wali Kota Pangkalpinang, diharapkan aparatur kelurahan dan desa segera melakukan pendataan UMKM di wilayah masing-masing.

"Dari perangkat desa ini kemudian menyerahkan data tersebut, kepada operator SI DAYA untuk diinput ke dalam sistem. Selanjutnya, calon penerima fasilitasi BPJS Ketenagakerjaan akan ditarik dari SI DAYA dan dikurasi sesuai ketentuan, sehingga program ini berbasis data dan tepat sasaran," jelasnya.

Melalui mekanisme tersebut, Arie Primajaya ingin memastikan anggaran Pemerintah benar-benar memberikan perlindungan bagi UMKM yang aktif dan membutuhkan, serta memperkuat keberlanjutan usaha mereka.

"Ini bagian dari rangkaian penguatan peran Pemerintah hingga tingkat desa dan kelurahan, dalam perlindungan sosial ketenagakerjaan bagi UMKM," jelasnya. 

Sementara itu diketahui kegiatan sosialisasi di Pangkalpinang ini merupakan lokasi ketiga, setelah sebelumnya dilaksanakan di Tanjungpandan dan Manggar.

"Pemerintah Provinsi Bangka Belitung berharap dengan keterlibatan aktif aparatur kelurahan dan desa, program fasilitasi ini dapat menjangkau pelaku UMKM yang benar-benar membutuhkan. Lalu juga sekaligus memperkuat integrasi data UMKM daerah melalui SI DAYA, sebagai dasar berbagai program pemberdayaan ke depan," ungkapnya.(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.