SRIPOKU.COM - TR menolak semua tuduhan yang diarahkan publik kepadanya.
Wanita asal Sukabumi, Jawa Barat ini adalah ibu tiri bocah NS (13) yang meninggal dunia belum lama ini.
TR dituding jadi biang kerok kematian NS, berdasarkan pengakuan NS ketioka masih dirawat di rumah sakit dan videonya viral di media sosial.
TR pun membantah tudingan penganiayaan yang diduga ia lakukan.
Ia juga mengkritik respons publik dengan mengatakan "pahlawan kesiangan".
"Jangan menjadi pahlawan kesiangan."
Baca juga: Sebut Kematian Nizam Takdir, Ibu Tiri Malah Minta Netizen Kirim Rezeki & Wakaf Daripada Memviralkan
"Saya yang urusi tahlilan, bayar penggali kubur, itu semua pakai uang."
"Apa ada netizen yang merasa sok kasihan itu menyumbang? Kalau benar sayang, bantu biaya pemulasaraan dan doakan, bukan digoreng di media sosial," ujar TR dengan nada emosional, Senin (23/2/2026).
Selain itu, ia juga menyebut bahwa hukum negara bisa diubah, dan hukum Tuhan tidak bisa diubah.
"Saya pasrah saja, Allah yang Maha Tahu."
"Aturan negara atau aturan manusia kan bisa diubah, bisa dibuat-buat. Kalau aturan Allah tidak."
"Saya berharap kebenaran segera diperlihatkan," tuturnya, dikutip dari TribunJabar.id.
Ia juga mempertanyakan urgensi autopsi yang menurutnya tidak membawa keuntungan padanya.
"Toh anak saya sudah hilang, sudah tidak ada. Apa dengan diautopsi atau diviralkan ada keuntungan buat saya?" tambahnya.
Ia pun menyebut kematian korban adalah takdir dan tak perlu mencari kesalahannya.
"Ini takdirnya anak saya sudah sampai di sini."
"Jangan sampai ada yang merasa dirugikan, apalagi sampai ada yang menjadi korban pidana ini itu. Tidak ada (pembunuhan), ini takdirnya," pungkasnya.
Baca juga: Pilu Keinginan Terakhir NS Sebelum Tewas di Tangan Ibu Tiri, Ayah Bohong Sebut Ibu Kandung Meninggal
Atas kematian NS ini, pihak kepolisian telah memeriksa belasan saksi.
Demikian yang disampaikan Kapolres Sukabumi, AKBP Samian.
Total sudah ada 16 saksi yang dimintai keterangan, termasuk keluarga dan saksi yang ada di TKP hingga ahli.
"Saat ini total 16 saksi telah kami mintai keterangan secara mendalam. Saksi-saksi tersebut mencakup keluarga, saksi yang melihat kondisi TKP, hingga saksi ahli dari tenaga medis atau dokter yang menangani korban," kata Samian, dikutip dari TribunJabar.id.
Ia menyebut, semua keterangan saksi akan dicek secara teliti.
"Kami tidak ingin berspekulasi. Setiap keterangan saksi yang masuk akan kita kroscek secara teliti dengan hasil visum dan otopsi guna memastikan apakah luka-luka tersebut memiliki persesuaian dengan dugaan tindak pidana yang dilaporkan," tegas Samian.
Samian menuturkan, dari hasil visum menunjukkan adanya luka lecet di beberapa bagian wajahnya.
"Hasil visum menunjukkan adanya luka lecet di beberapa bagian wajah, leher, hingga anggota gerak. Selain itu, ditemukan luka bakar derajat 2A di beberapa titik tubuh dan lebam merah keunguan yang mengindikasikan adanya trauma tumpul," kata Hartono.
Terkait dengan status ibu tiri korban, pihaknya masih melakukan pendalaman dan menunggu hasil autopsi korban.