SURYA.co.id SURABAYA - Persebaya Surabaya diminta segera move on setelah menelan dua kekalahan beruntun, termasuk hasil 1-3 dari Persijap Jepara pada pekan ke-22 Super League 2025/2026.
Kekalahan itu membuat Bajol Ijo tertahan di posisi kelima klasemen dengan 35 poin.
Kapten tim Bruno Moreira menegaskan tim tidak boleh larut dalam kekecewaan. Ia mencetak gol penalti menit ke-90+4, tetapi Persijap menutup laga dengan gol tambahan.
“Kami harus melihat ke depan dan meraih kemenangan,” ujarnya dikutip SURYA.co.id dari laman Persebaya.
Pelatih Bernardo Tavares juga menyoroti kesalahan elementer, lemahnya antisipasi bola mati, serta kontroversi keputusan wasit.
Ia menekankan perlunya kontrol emosi lebih baik, mengingat Persebaya sudah mengoleksi tujuh kartu merah musim ini.
Persebaya akan menjamu PSM Makassar di Stadion Gelora Bung Tomo pada Rabu (25/2/2026).
Laga ini menjadi ujian penting bagi Bajol Ijo untuk bangkit dari keterpurukan.
PSM sendiri berada di papan bawah klasemen dengan 23 poin, tetapi tetap menjadi lawan berbahaya.
Dukungan Bonek di GBT diharapkan memberi energi tambahan bagi Persebaya.
Baca juga: Bernardo Tavares Respons Keras Kartu Merah Rian, Minta Pemain Persebaya Lebih Kendalikan Emosi
Bernardo Tavares menegaskan bahwa fokus utama latihan adalah memperbaiki antisipasi bola mati. “Kami harus lebih disiplin menghadapi set piece,” ujarnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya konsentrasi penuh sepanjang laga. “Kami kehilangan fokus di momen krusial. Itu tidak boleh terulang,” katanya.
Persebaya juga berharap kontribusi dari pemain baru seperti Riyan Ardiansyah. Kecepatan dan kreativitasnya dibutuhkan untuk menembus pertahanan PSM.
Ahmad Mujtaba Ilham, bek muda jebolan akademi, berpeluang mendapat menit bermain. Tavares ingin memberi kesempatan bagi pemain muda.
Tavares menegaskan bahwa detail kecil akan menentukan hasil. “Sepak bola ditentukan oleh detail. Kami tidak boleh mengulang kesalahan,” katanya.
Latihan intensif sudah dijalankan untuk memperbaiki koordinasi lini belakang. Pemain diminta lebih disiplin dalam menjaga area.
Bruno Moreira menambahkan bahwa tim harus segera bangkit. “Kami tahu ekspektasi di Persebaya selalu tinggi. Kami harus melakukan yang lebih baik,” ujarnya.
Selain itu, Tavares mengkritisi keputusan wasit Yoko Suprianto. Ia menilai seharusnya Persebaya mendapat penalti di babak pertama.
“Di China, Inggris, itu penalti. Saya tidak tahu mengapa di sini berbeda,” ujarnya.
Tavares juga menyoroti penggunaan VAR yang tidak maksimal. “VAR seharusnya memeriksa apakah penalti pantas diberikan,” katanya.
Kartu merah Rachmat Irianto semakin memperburuk keadaan. Kini Persebaya sudah mengoleksi tujuh kartu merah musim ini.
“Kami perlu lebih baik dalam mengendalikan emosi. Terlalu banyak kartu merah merugikan tim,” tegasnya.