Hanya 7 Detik, Maling di Surabaya Gasak Motor Siswa SMP yang Kuncinya Nyantol
Cak Sur February 23, 2026 03:32 PM

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) kembali meresahkan warga Surabaya, Jawa Timur (Jatim). Dua orang pria terekam CCTV mencuri sepeda motor di parkiran sebuah toko alat tulis di Jalan Simo Hilir Utara Raya, Simomulyo, Sukomanunggal, Surabaya pada Jumat (13/2/2026) sore.

Berdasarkan rekaman CCTV berdurasi satu menit yang diunggah di media sosial (medsos) Instagram, kedua pelaku beraksi secara berkomplot. Mereka datang berboncengan mengendarai motor jenis matik di tengah suasana jalanan yang ramai.

Meski situasi sekitar padat aktivitas, kedua pelaku tampak sangat tenang menjalankan aksinya. Modus operandi mereka tergolong rapi untuk mengelabui warga sekitar.

Ciri-ciri Pelaku dan Kronologi Kejadian

Dari rekaman kamera pengawas, terlihat jelas pembagian peran antara kedua pelaku saat melancarkan aksinya:

  • Eksekutor: Mengenakan jaket warna biru, celana panjang abu-abu, helm, dan sandal selop putih. Ia bertugas mengambil motor korban.
  • Joki: Memakai jaket biru dan duduk di atas motor sarana, bersiap untuk kabur (standby).
  • Modus Operandi: Pelaku eksekutor berlagak menelepon dengan menempelkan ponsel ke pipi kiri sambil memantau situasi hingga aman.
  • Kecepatan Aksi: Pelaku hanya butuh waktu kurang dari tujuh detik untuk membawa kabur motor korban.

Momen pencurian terjadi saat dua pengunjung perempuan berkerudung baru saja meninggalkan lokasi. Memanfaatkan celah tersebut, sang eksekutor langsung beraksi.

Karyawan toko, Dyah Ayu (24) mengungkapkan bahwa motor yang hilang adalah Honda Beat berwarna hitam. Motor tersebut, merupakan milik seorang pelajar SMP yang sedang berbelanja di tokonya.

Menurut Dyah, insiden yang terjadi sekitar pukul 16.00 WIB itu diperparah dengan kelalaian korban meninggalkan kunci kontak di motor.

"Sepedanya anak SMP beli di sini. Posisi kunci nyantol. Iya teledor. Itu sore jam 4-an. Belum belanja. Sudah tahu motornya hilang," ujar Dyah saat ditemui SURYA.co.id di lokasi, Senin (23/2/2026).

Dyah menambahkan, para pelaku diperkirakan berusia dewasa atau paruh baya. Mereka sempat berpura-pura sibuk menelepon sebelum menyikat motor korban.

"Info awal pura-pura telpon di depannya sepeda korban. Kan di depannya pelaku ada 2 orang ibu-ibu. Ibunya pergi dia langsung ambil sepeda motornya itu," ungkapnya.

Polisi Jemput Bola

Terkait laporan kepolisian, Dyah mengaku belum mengetahui secara pasti apakah korban sudah melapor secara resmi. Namun, pihak kepolisian telah proaktif mendatangi lokasi.

Beberapa personel kepolisian setempat telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) beberapa hari setelah kejadian viral tersebut.

"Kalau yang lapor belum tahu. Tapi kalau kata polisinya kemarin yang ke sini, itu belum laporan. Iya video viral (Polisi inisiatif)," jelas Dyah.

Dyah berharap pelaku segera tertangkap, mengingat ini adalah kejadian pertama selama empat tahun ia bekerja di sana.

"Pertama kali (kejadian curanmor). Belum pernah ada dibobol," pungkasnya.

Sebagai informasi tambahan, Satreskrim Polrestabes Surabaya mencatat angka kriminalitas curanmor masih menjadi atensi. Dalam Analisa dan Evaluasi Kamtibmas Tahun 2025, tercatat ada sekitar 600 kasus curanmor yang dilaporkan masyarakat.

Dari jumlah tersebut, polisi berhasil menangkap 472 tersangka. Polrestabes Surabaya juga rutin menggelar 'Bazar Ranmor' untuk mengembalikan motor hasil curian yang ditemukan kepada pemiliknya secara gratis.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.