Dony Lumenta Tekankan RKPD 2027 Bolaang Mongondow Sulut harus dengan Perencanaan Matang
Indry Panigoro February 23, 2026 04:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID, Bolmong - Wakil Bupati Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara (Sulut) Dony Lumenta menekankan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 harus dengan perencanaan matang, Senin (23/02/2026).

Hal ini diungkapkan wakil bupati dalam sambutannya dalam forum yang di pusatkan di pelataran halaman kantor bupati, Lolak, Bolmong.

Jarak ibu kota Bolmong ke pusat Kota Manado (Zero Point) yang merupakan ibu kota Sulut adalah sekitar 155 km km yang bisa ditempuh dengan berkendara sekitar 3 jam 40 menit menggunakan kendaraan bermotor via Jalan Trans Sulawesi.

Dony Lumenta menekankan agar seluruh pemangku kepentingan tidak menganggap forum ini sebagai agenda tahunan biasa.

"Ini bukan sekadar forum atau pertemuan formalitas. Jika perencanaan tidak matang sejak awal, maka hasil akhirnya pun tidak akan maksimal,” ucapnya.

Kegiatan yang dihadiri:

  • Sekda Bolmong Abdullah Mokoginta
  • Dandim 1303/Bolmong Manashe Lomo
  • Kepala Bappeda Bolmong Mutu B. Mokoginta
  • Perwakilan Kapolres Bolmong Lido R. Antoro
  • Kabag Log AKP I Made Warda.
  • Perwakilan KBNN Bolmong.
  • Serta perwakilan Pincab BNI
  • Sejumlah pimpinan instansi vertikal serta para Asisten Sekda Bolmong
  • Camat se-Bolmong ini berjalan dengan sedikit penekanan dari sisi perencanaan.

Dony mengingatkan pengalaman pada sejumlah tahapan musrenbang sebelumnya, di mana partisipasi belum sepenuhnya optimal dan tidak semua persoalan mampu dijabarkan secara komprehensif.

Ia meminta seluruh peserta, mulai dari perangkat daerah hingga perwakilan masyarakat, benar-benar aktif menyampaikan pertanyaan, data, serta kebutuhan riil di lapangan.

Menurutnya, forum ini adalah ruang strategis untuk menyelaraskan kebijakan pembangunan daerah dengan aspirasi masyarakat. Ia menggarisbawahi pentingnya data yang konkret sebagai dasar perumusan program, bukan sekadar asumsi atau perkiraan.

Lebih jauh, Dony memaparkan beberapa fokus utama yang harus menjadi perhatian dalam RKPD 2027, antara lain: Peningkatan kualitas sumber daya manusia. Percepatan pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung pada masyarakat. Strategi konkret penurunan stunting. Penajaman program prioritas dan kebijakan strategis daerah.

“Suara masyarakat harus benar-benar tersambung dengan kebijakan pemerintah. Jangan sampai ada jurang antara kebutuhan riil dengan program yang direncanakan,” tandasnya.
Ia juga menegaskan bahwa forum ini adalah bagian dari rangkaian panjang perencanaan, mulai dari rancangan awal, forum perangkat daerah, musrenbang kabupaten, hingga penetapan dokumen final. 

"Karena itu, setiap tahapan harus dijalani dengan keseriusan penuh," tambahnya.

Dalam laporan awal, Kepala Bappeda Mutu Mokoginta menyampaikan bahwa forum konsultasi publik ini merupakan tahapan penting untuk menyempurnakan rancangan awal RKPD 2027. 

"Dokumen tersebut masih bersifat terbuka dan sangat membutuhkan masukan, saran, serta kritik konstruktif dari seluruh unsur yang hadir sebelum memasuki tahapan forum perangkat daerah hingga rancangan akhir," jelasnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.