TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Jenazah almarhumah Ni Made Dwi Ariawati (36) dipastikan tiba di Bali pekan ini.
Selain itu, jenazah PMI yang sebelumnya meninggal dunia di salah satu rumah sakit di Rusia juga dilakukan otopsi sebagai syarat mutlak atau ketentuan rumah sakit di negara tersebut. Setelah semua dokumen clear, jenazah bakal dipulangkan antara Rabu-Kamis waktu setempat pekan ini.
Menurut informasi yang diperoleh, proses otopsi sudah dilaksanakan kemarin di rumah sakit setempat. Hal ini untuk mengetahui penyebab pasti meninggalkan PMI asal Jembrana tersebut. Sementara, untuk jadwal pemulangannya masih menunggu informasi resmi antara tanggal 25-26 Pebruari pekan ini.
Baca juga: 21 Ribu ODHA di Bali, Putri Koster: Penting Tekan Laju HIV/AIDS Melalui Pendekatan Intensif
"Proses otopsi sudah dilaksanakan disana (Rusia) karena sudah menjadi ketentuan pihak rumah sakit setempat. Hal ini untuk mengetahui penyebab kematian yang bersangkutan," ungkap Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Jembrana, Kadek Mirah Ananta Sukma Dewi saat dikonfirmasi, Senin 23 Pebruari 2026.
Dia menyebutkan, selain itu, pihak keluarga yang intens berkomunikasi dengan pihak terkait di Rusia juga menyatakan bahwa jenazah almarhumah Dek Wati dipastikan dipulangkan pekan ini. Hanya saja, hari pastinya masih menunggu informasi lebih lanjut.
Baca juga: TPA Suwung Tutup 1 Maret 2026, Bupati Badung dan Walikota Denpasar Dipanggil Gubernur Lagi
"Sudah dipastikan minggu ini, kemungkinan hari Rabu atah Kamis mendatang," sebutnya.
Dia berharap, segala proses kepengurusan administrasi untuk pemulangan jenazah bisa berjalan aman dan lancar. Sehingga, kepastian jadwal tiba di Bali bisa segera diketahui.
"Astungkara prosesnya aman dan lancar sesuai harapan kita terutama pihak keluarga almarhum," harapnya.
Sebelumnya, suasana duka menyelimuti rumah almarhumah Ni Made Dwi Ariawati (36) di Banjar Petapan Kelod, Desa Pergung, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Kamis 19 Pebruari 2026 sore. Meskipun nampak masih sepi, tenda dengan atap seng warna biru serta sejumlah meja sudah dipasang di halaman rumahnya. Namun begitu, pihak keluarga masih belum mengetahui pasti penyebab kematian almarhumah yang dikenal sosok periang dan pekerja keras tersebut.
Kepastian penyebab serta rencana jadwal pemulangannya bakal dipastikan oleh pihak rumah sakit di Rusia, Jumat 20 Pebruari 2026 besok. Pihak perusahaan tempat almarhum bekerja bakal mengurus administrasi proses pemulangan hingga biayanya.
Suami almarhum, I Wayan Joki Angga Dipayana sangat kehilangan dengan kepergian sosok istri yang dikenal pekerja keras tersebut. Sebelum berangkat bekerja ke luar negeri, almarhum yang lebih akrab disapa Dek Wati tersebut dikenal sebagai koki alias tukang masak di lingkungan wilayah tempatnya tinggal tersebut. Selain itu, ia juga berjualan nasi bungkus yang kemudian disebar di sekolah-sekolah terdekat di Desa Pergung.
Karena bertekad untuk memperbaiki ekonomi keluarga, Dek Wati kemudian memutuskan untuk menjalani pelatihan dengan tujuan berangkat ke Rusia. Pada pertengahan Agustus 2025 lalu, ia kemudian berangkat secara mandiri bersama tiga orang lainnya dari Bali ke Rusia untuk bekerja. Karena adanya kerabat yang sudah disana, keinginan Dek Wati semakin yakin untuk bekerja ke luar negeri dengan kontrak kerja selama tiga tahun kedepan.
"Tekadnya sangat kuat untuk bekerja ke luar negeri. Tujuan utamanya untuk memperbaiki ekonomi keluarga," ucap pria 46 tahun tersebut saat dijumpai di rumah duka, Kamis 19 Pebruari 2026.