Residivis Surabaya Digebukin Massa Usai Tepergok Maling Motor di Ponpes, Terus Meminta Ampun
Cak Sur February 23, 2026 04:32 PM

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Sebuah video amatir yang merekam momen dramatis seorang terduga maling motor babak belur disergap para santri dan warga viral di media sosial (medsos). 

Pelaku berinisial YA (22) ini menjadi bulan-bulanan massa usai tepergok mencuri motor di parkiran Pondok Pesantren (Ponpes) Miftachussunnah, Surabaya, Jawa Timur (Jatim) pada Selasa (17/2/2026) malam.

Dalam rekaman berdurasi 37 detik yang diunggah, pelaku tampak bertelanjang dada setelah dilucuti warga yang geram. Kedua pergelangan tangannya telah diikat menggunakan tali, sementara tubuhnya meringkuk di lantai mencoba melindungi kepala dari amuk massa.

Pria tersebut terus memohon ampun saat diinterogasi warga. Namun, kekesalan warga membuat beberapa pukulan tetap melayang ke wajah pelaku yang mengaku tinggal di kawasan Bulak Banteng Wetan tersebut.

"Bulak Banteng Wetan (asal tempat tinggal). (Nama) RT ne gak eroh sopo. Gang 18. Gak eroh aku pak," ucap pelaku dengan napas tersengal dalam video tersebut.

Residivis Baru Bebas Penjara

Kanit Reskrim Polsek Tambaksari Polrestabes Surabaya, AKP Soekram, membenarkan kejadian tersebut. 

Berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku YA merupakan warga Semampir, Surabaya, yang ternyata memiliki rekam jejak kriminal panjang.

Polisi mengungkapkan fakta mengejutkan, bahwa YA adalah penjahat kambuhan yang baru saja menghirup udara bebas kurang dari tiga bulan lalu.

"Tersangka residivis hal yang sama, baru keluar Tanggal 25 November 2025 kemarin," tegas AKP Soekram saat dikonfirmasi.

Sepak terjang YA diduga tidak hanya di satu lokasi. Ia disinyalir terlibat dalam sejumlah aksi pencurian kendaraan bermotor di beberapa titik kawasan Surabaya Timur, sebelum akhirnya tertangkap basah di lingkungan ponpes.

Kronologi Aksi Saat Salat Maghrib

Aksi nekat YA dilakukan pada waktu yang krusial, yakni saat para santri dan pengurus ponpes sedang menunaikan ibadah. Berikut adalah kronologi penangkapan pelaku berdasarkan keterangan saksi di lokasi:

  • Pelaku masuk ke area parkir Ponpes Miftachussunnah sekitar pukul 18.20 WIB, memanfaatkan momen Salat Maghrib.
  • Sasaran pelaku adalah motor milik Ustaz Faisol yang terparkir di lokasi.
  • Saat jamaah selesai salat dan sedang wirid (zikir), beberapa santri di depan masjid memergoki gerak-gerik pelaku yang sudah menuntun motor korban.
  • Sadar aksinya ketahuan, pelaku yang bertindak sebagai eksekutor mencoba melarikan diri namun langsung diteriaki maling.
  • Pengejaran dilakukan oleh para santri hingga pelaku berhasil disergap dan dimassa di Jalan Pacar Kembang.

Salah satu santriwati, HJ (20), menuturkan detik-detik penangkapan tersebut yang berlangsung menegangkan, karena pelaku sempat berusaha kabur.

"Kejadianya pas pembacaan wirid. Santri keluar melihat pelaku sudah membawa motor Ustaz Faisol. Terus dikejar dan diteriaki maling," ujar HJ kepada awak media.

HJ menambahkan, bahwa pelaku akhirnya tak berkutik setelah dikepung warga dan santri di jalan raya.

"Pelaku dikejar tertangkap di Jalan Pacar Kembang. Iya sempat dimassa di sana. Dia mengaku warga Bulak Banteng," pungkasnya.

Sekadar diketahui, kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) masih menjadi atensi utama di Surabaya. Satreskrim Polrestabes Surabaya mencatat sekitar 600 kasus dilaporkan sepanjang tahun 2025, dengan 472 tersangka berhasil ditangkap.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.