BANJARMASINPOST.CO.ID - Warga Tanah Bumbu kembali diresahkan dengan masifnya kemunculan buaya di kawasan pemukiman warga yang tergolong padat penduduk.
Kali ini giliran warga Kampung Baru, Kecamatan Simpang Empat, Tanah Bumbu yang dikejutkan dengan kemunculan buaya di pekarangan rumahnya.
Dilansir melalui unggahan akun Instagram @wargabanua.official Senin (23/2/2026) buaya berukuran sekitar 1 meter tersebut tampak sedang asik berjemur di atas rerumputan.
Sementara di samping buaya itu terdapat parit dengan ukuran kurang dari satu meter.
Baca juga: Lowongan Kerja Perusahaan Tambang PT Darma Henwa Tbk, Cek Posisi Dibutuhkan Terbuka Bagi Lulusan S1
Baca juga: Jadwal Buka Puasa 5 Ramadhan 23 Februari 2026 Kalsel, Wilayah Martapura, Pelaihari dan Marabahan
Tak jauh dari lokasi kemunculan buaya tersebut terdapat banyak rumah warga bak lokasi perkomplekan.
Meski ukurannya tak terlalu besar namun kemunculan buaya tersebut cukup meresahkan warga mengingat berada di sekitar lokasi permukiman.
Dikhawatirkan masih terdapat banyak kawanan lainnya yang berada di sekitar lokasi.
Kemunculan buaya itu juga ditakutkan dapat mengganggu aktivitas warga.
Sebelumnya Pemandangan tidak biasa mengejutkan warga yang melintas di Jembatan Batulicin, Kelurahan Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, pada Minggu (22/2/2026) sore, seekor buaya berukuran cukup besar nampak berjemur di pinggiran sungai.
Kehadiran predator air ini sontak menjadi daya tarik bagi warga maupun pengendara yang lewat. Banyak dari mereka yang sengaja menepikan kendaraan hanya untuk melihat lebih dekat atau sekadar mengabadikan momen langka tersebut menggunakan kamera ponsel.
Buaya dengan panjang diperkirakan mencapai 1 hingga 2 meter itu terlihat sangat tenang meski menjadi pusat perhatian. Sisik punggungnya tampak mengkilap terpapar sinar matahari, sementara posisinya berada di area pinggir sungai yang cukup terbuka.
Warga setempat mengungkapkan bahwa kemunculan buaya di bawah Jembatan Batulicin sebenarnya bukan hal yang aneh bagi mereka. Pasalnya, area ini merupakan bagian dari muara Sungai Batulicin yang memang menjadi habitat alami bagi buaya-buaya tersebut.
Meski pengendara seringkali heboh dan berhenti untuk menonton, bagi warga sekitar, penampakan predator ini sudah menjadi hal yang biasa mereka saksikan.
"Tadi lewat sini terus lihat orang ramai-ramai di atas jembatan. Pas dicek ternyata ada buaya lagi jemur, ukurannya lumayan besar kalau dilihat dari atas sini," ujar salah seorang Rizal warga yang berada di lokasi kejadian.
Baca juga: Pelaku Bom Molotov di Pasar Lama Banjarmasin Diduga Mantan Suami Korban, Masalah Pribadi Jadi Pemicu
Karena lokasinya yang berada di muara sungai, keberadaan buaya memang sering terpantau muncul ke permukaan atau sekadar beristirahat di pinggiran.
“Buaya memang sudah biasa muncul, apalagi kalau air pasang buaya kadang juga ikut masuk ke pemukiman,” kata Lurah Batulicin Amran Al Bukhari.
Walaupun warga lokal sudah terbiasa, imbauan untuk tetap waspada tetap berlaku, terutama bagi warga yang ingin melakukan aktivitas di pinggir sungai demi keamanan.
“Makanya kami buat himbauan untuk tidak membuang perut ikan, atau ayam atau semacamnya yang dapat mengundang buaya datang,” pungkasnya.
Seorang nelayan Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, berinisial TSM (59) nyaris saja merenggung nyawanya.
Saat mencari udang di Muara Sungai Babaung, Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng), warga Babaung ini diserang oleh seekor buaya.
Korban sempat diserat sang predator ke air. Namun, korban berhasil melepaskan diri dan menyelamatkan diri ke darat
Meski lepas dari maut, gigitan buaya membuat tangan kirinya pun robek.
Baca juga: Sambut Arus Mudik Lebaran 2026, KSOP Kotabaru-Batulicin Pastikan 13 Kapal Penumpang Layak Laut
Serangan buaya yang dialani TSM ini terjadi Jumat, 13 Februari 2026 sekitar pukul 08.00 Wita.
Kapolres Kotawaringin Timur AKBP Resky Maulana Zulkarnain, melalui Kasi Humas Polres Kotim AKP Edy Wiyoko menjelaskan, laporan kejadian pertama kali diterima personel Polsek Pulau Hanaut dari Kepala Desa Babaung berinisial BHR (35).
“Personel menerima laporan adanya warga Desa Babaung yang diterkam buaya saat mencari udang di muara sungai,” ujar Edy, Senin (16/2/2026).
Dari keterangan yang dihimpun polisi, kejadian bermula ketika korban bersama seorang saksi berinisial OSO mencari udang di muara Sungai Babaung Besar.
Saat itu korban turun ke sungai, sekitar lima meter dari tepi, menggunakan alat tangkap tradisional berupa sungkur yang terbuat dari potongan bambu menyilang.
Tanpa diduga, seekor buaya tiba-tiba muncul dan menerkam korban. Gigitan buaya mengenai alat tangkap udang sekaligus tangan kiri korban.
Namun kondisi tersebut justru membuat rahang buaya tersangkut pada alat bambu sehingga hewan itu tidak leluasa melakukan gerakan memutar untuk menyeret korban ke dalam air.
Dalam situasi panik, korban berusaha melawan. Ia memukul kepala buaya dengan tangan kanan kosong hingga akhirnya gigitan terlepas. Korban kemudian segera menyelamatkan diri dan naik ke daratan.
Baca juga: Cegah Kriminalitas di Ramadan 1447 Hijriah, Polda Kalsel Gelar Apel Kesiapsiagaan Gabungan
Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka robek pada tangan kiri dan harus mendapatkan lima jahitan. Saat ini korban masih menjalani perawatan.
Polsek Pulau Hanaut mengimbau masyarakat yang beraktivitas di sungai agar meningkatkan kewaspadaan.
“Kami mengingatkan warga agar lebih berhati-hati dan waspada terhadap keberadaan buaya demi keselamatan,” pungkas Edy.
(Banjarmsinpost.co.id/Muhammad Fikri Syahrin/danti ayu)