6 Tuntutan Aksi Mahasiswa di DPRD Lampung, Fokusnya Pendidikan
Robertus Didik Budiawan Cahyono February 23, 2026 05:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Mahasiswa Lampung yang tergabung dalam Aliansi Lampung Melawan (ALM) mendatangi kantor DPRD Lampung, Senin (23/2/2026). 

Mereka terdiri dari mahasiswa Universitas Lampung (Unila), UIN Raden Intan Lampung, Institut Teknologi Sumatera (Itera), Universitas Bandar Lampung (UBL) hingga mahasiswa IIB Darmajaya.

Para mahasiswa yang tergabung dalam ALM semangat menyampaikan aspirasi meskipun dalam kondisi puasa dan cuaca panas.

Kehadiran para mahasiswa di kantor DPRD Lampung ini sempat terhalang kawat barier yang membentang di pintu masuk komplek legislatif. 

Sorak orasi dari orator akhirnya membuat petugas kepolisian membuka kawat berduri.

Baca juga: Ketua BEM UGM Tantang Presiden Prabowo Debat Langsung di Depan Mahasiswa

Lantas mahasiswa masuk ke lingkungan DPRD Lampung, selanjutnya duduk di aspal bersama Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol Alfret Jacob Tilukay, beserta para petugas yang berjaga. 

Ketua DPRD Lampung, Ahmad Giri Akbar juga bersama jajaran legislator lainnya turun menemui mahasiswa. 

Terlihat juga Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Thomas Amirico hingga Sekwan DPRD Lampung Descatama Paksi Moeda. 

Ketua BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) Unila Aditya Putra Bayu mengatakan, pihaknya datang ke kantor DPRD Lampung menyampaikan 6 poin tuntutan. 

"Kami membawa 6 tuntutan kepada para DPRD Lampung, fokusnya terhadap pendidikan," kata Ketua BEM Unila, Aditya Putra Bayu, Senin (23/2/2026). 

Ia menjelaskan, bahwa 6 poin tuntutan ini sebelumnya telah disepakati bersama untuk diperjuangkan dalam aksi.  ALM menuntut:

  1. Menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama negara.
  2. Mewujudkan pendidikan gratis tanpa syarat dan tanpa diskriminasi.
  3. Menambahkan anggaran pendidikan secara nyata dan transparan.
  4. Memprioritaskan serta meningkatkan kesejahteraan guru honorer yang selama ini terpinggirkan.
  5. Memindahkan siswa-siswi SMA Siger Bandar Lampung ke SMA yang memiliki legalitas resmi dengan jaminan beasiswa.
  6. Mendorong regulasi pada progresif yang dialokasikan untuk anggaran pendidikan

Bayu, sapaan Aditya Putra Bayu, menyampaikan bahwa ALM berharap enam poin tuntutan bisa direalisasikan dan dijalankan.

Aksi kali ini lebih fokus pada bidang pendidikan di mana setelah konsolidasi mahasiswa menyatukan rangkuman dalam tuntutan, kawal bidang pendidikan.

"Pendidikan bukan saja poros tapi jantung prioritas bangsa, kami harap diatensi oleh pemerintah," kata Bayu, mahasiswa Fakultas Teknik (FT) Unila tersebut. 

Ketua DPRD Lampung, Ahmad Giri Akbar mengatakan, pihaknya dalam menentukan kebijakan yang pasti untuk kepentingan bersama. 

Namun seluruh kebijakan itu tidak hanya kehendak dari DPRD Lampung dan Pemprov Lampung saja. 

"Nanti ada beberapa poin dan melihat poin ini kami DPRD Lampung sebagai pengawas, akan kawal kebijakan yang untuk diimplementasikan," kata Giri.

Dia pun menerima dengan baik seluruh aspirasi yang tujuannya membawa kebaikan untuk Lampung. (Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.