Teks Ceramah Tarawih Malam ke 6 Ramadan 1447 H/23 Februari 2026: Jalani Puasa Ramadan Tapi Sia-sia
Machmud Mubarok February 23, 2026 06:35 PM

 

TRIBUNPRIANGAN.COM - Puasa pada bulan Ramadan, ibadah yang tak bisa tertandingi dengan pahala ibadah lainnya.

Bulan Istimewa dan penuh keistimewaan dibanding bulan-bulan lainnya ini, patut untuk ditanamkan keseriusan dalam hal ibadah kepada Allah.

Ini menjadi tolak ukur besar bagi tiap muslim, yang menjalankan puasa, sebab ia bukan hanya sekedar menahan diri dari rasa lapar, tapi punya andil lain di sisi Tuhannya jika dia besungguh-sungguh.

Pasalnya, dalam sebuah hadist yang diriwayatkan RasuluLlah, dalam hadist yang shahih diriwayatkan oleh Bukhari Muslim:

"Seluruh amal ibadah bani Adam adalah miliknya, dan setiap kebaikan akan dibalas 10x lipat hingga 700x lipat. kecuali ibadah puasa, ia adalah milik Allah dan akan langsung dibalas. Sebabnya pahala yang banyak dari seseorang yang telah menahan diri dari syahwat makanan dan minuman karena Allah semata. ada 2 kegembiraan saat seseorang yang berpuasa, kegembiraan saat berbuka, saat bertemu dengan Allah". 

Baca juga: Jadwal Imsak Selasa 6 Februari 2026 Tasikmalaya, Garut, Sumedang, Pangandaran, Banjar, dan Ciamis

Ini menandakan banyak amalan atau ibadah yang bisa dikerjakan dibulan baik ini,  salah satunya adalah dengan mendengarkan kultum atau ceramah.

Berikut terdapat rangkuman naskah kultum malam 6 Ramadan 23 Februari 2026 berjudul Jalani Puasa Ramadan Tapi Sia-Sia.

"Jalani Puasa Ramadan Tapi Sia-Sia".

Jemaah yang berbahagia,

Di bulan Ramadan ini, seorang muslim yang memenuhi syarat, wajib melaksanakan ibadah puasa. Dengan bertambahnya jumlah umat Islam, tentu semakin banyak pula yang menjalankan ibadah puasa. Namun yang perlu dipertanyakan adalah apakah setiap orang yang menjalankan ibadah puasa akan diterima Allah, atau sebaliknya ibadah puasanya menjadi sia-sia di sisi Allah, sebagaimana disinyalir Rasulullah "Betapa banyak orang yang berpuasa, dan bagian dari puasanya (yang ia dapat hanya) lapar dan dahaga." (HR. Ahmad).

Kaum muslimin wal muslimat rahimakumullah,

Di antara perbuatan yang bisa menyia-nyiakan ibadah puasa kita adalah berpuasa bukan karena Allah, atau salah niat. Niat adalah pokok dari segala amal. Salah niat akan menjadikan puasa sia-sia. 

Baca juga: Jadwal Buka Puasa Senin 23 Februari 2026 untuk Kabupaten Garut, Sumedang, dan Kota Banjar

Termasuk salah niat adalah kita berpuasa bukan karena Allah. Diam-diam ada niat terselinap di dalam hati kita yang bukan karena Allah. Ada riya', maupun ada pengharapan kepada selain Allah. Riya adalah salah satu bentuk kesyirikan yang sangat dibenci Allah. 

Karenanya, ibadah semacam itu akan tertolak dan akan menjerumuskan pemiliknya ke dalam api neraka. Allah berkalam, "Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadat kepada Tuhannya." (al-Kahfi: 110). 

Niat adalah roh amal, inti, dan sendinya. Amal menjadi benar karena niat yang benar. Sebaliknya, amal jadi rusak karena niat yang rusak. Ibnul Mubarak rahimahullah berkata, "Berapa banyak amalan yang sedikit bisa menjadi besar karena niat, dan berapa banyak amalan yang besar bisa bernilai kecil karena niatnya."

Jemaah yang dimuliakan Allah,

Salah satu perkara yang dapat menyia-nyiakan puasa kita adalah percaya dengan "klenik". Karena orang yang percaya kepada dukun, pembaca nasib, paranormal dan sejenisnya, ia telah menyekutukan Allah. Ketika seseorang telah menyekutukan Allah, maka seluruh amal ibadahnya menjadi sia-sia. 

Allah berkalam, "Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu, "Jika kamu mempersekutukan (Allah), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi." (az-Zumar: 65). 

Baca juga: Jam Buka Puasa Senin 23 Februari untuk Daerah Tasikmalaya

Rasulullah bersabda, "Barangsiapa mendatangi tukang ramal atau dukun dan membenarkan apa yang ia katakan, sungguh ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad" (HR. Abu Daud dan an-Nasâ'i).

Ma'âsyiral muslimin rahimakumullâh,

Salah satu hal yang bisa menjadikan ibadah puasa kita sia-sia adalah menyakiti tetangga. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah disebutkan bahwa ada seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah "Wahai Rasulullah, sesungguhnya si fulanah disebut-sebut banyak mengerjakan shalat, puasa, dan sedekah, hanya saja ia menyakiti tetangganya dengan lisannya." Rasulullah menjawab, "Dia di neraka." Laki-laki tadi bertanya lagi, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya si fulanah disebut-sebut sedikit mengerjakan puasa, sedekah, dan shalat, hanya saja ia tidak menyakiti tetangganya dengan lisannya." Rasulullah berkomentar, "Dia di surga." (HR. Ibnu Hibbȧn).

Di samping itu, memutus silaturahim juga menjadi penyebab tertolaknya semua amal ibadah, termasuk ibadah puasa. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah, "Allah tidak menerima amalan orang yang memutus tali silaturrahim." (HR. Ahmad). 

Ketika seluruh amal ibadah itu tertolak, bisa dipastikan ia tidak akan masuk surga. Diriwayatkan dari Jubair bin Muth'im bahwa ia pernah mendengar Rasulullah bersabda, "Seorang pemutus silaturahim tidak akan masuk surga." (HR. Bukhari Muslim). 

Hukuman bagi orang yang memutus tali silaturahim, tidak hanya akan dirasakan di akhirat, namun di dunia pun ia akan merasakannya. la bisa mati dalam kondisi yang mengenaskan atau su'ul khatimah. Naudzubillah. 

Baca juga: Jam Buka Puasa Senin 23 Februari Untuk Wilayah Kabupaten Pangandaran

Diriwayatkan dari Nabi "Barang siapa memutus tali kekeluargaan atau bersumpah palsu, maka ia akan melihat akibat buruknya sebelum ia meninggal." (Silsilah al-Ahâdits ash-Shahihah, al-Albâni).

Demikianlah beberapa hal yang bisa menjadikan ibadah puasa menjadi sia-sia alias tidak mendapatkan pahala sedikit pun dari Allah. Maka perlu diperhatikan, bahwa puasa tidak hanya sebatas menjaga diri dari hal-hal yang bisa membatalkan puasa secara lahiriah seperti makan dan minum dengan sengaja, tetapi juga harus menjaga diri dari segala sesuatu yang bisa membatalkan pahala puasa di sisi Allah SWT.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.