Rahasia Puasa sesuai Sunnah Rasulullah: Tips Sahur, Buka, dan Tarawih agar Ramadhan Berkah
Sri Juliati February 23, 2026 06:38 PM

TRIBUNNEWS.COM - Saat ini, umat Muslim di seluruh dunia tengah melaksanakan ibadah puasa Ramadhan 1447 Hijriah. 

Bulan suci ini menjadi momentum istimewa untuk memperkuat keimanan, memperbaiki diri, serta meningkatkan kualitas ibadah kepada Allah SWT.

Puasa Ramadhan adalah ibadah wajib yang dijalankan sejak terbit fajar hingga terbenam matahari dengan menahan diri dari makan, minum, serta segala hal yang membatalkan puasa. 

Rangkaian ibadah ini dimulai dengan sahur sebelum fajar, dilanjutkan menahan lapar dan dahaga sepanjang hari, lalu berbuka saat magrib tiba, serta ditutup dengan ibadah malam seperti salat tarawih atau qiyam Ramadan.

Namun, lebih dari sekadar menahan lapar, puasa sejatinya adalah latihan spiritual untuk membentuk ketakwaan. 

Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa tujuan utama puasa adalah agar manusia menjadi pribadi yang bertakwa. 

Karena itu, meneladani sunnah Rasulullah SAW dalam menjalankan puasa menjadi kunci agar Ramadan benar-benar membawa keberkahan.

Rahasia Puasa sesuai Sunnah Rasulullah SAW

Melalui tayangan Mutiara Ramadhan 2026 di kanal YouTube Tribunnews, Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam Ciamis, KH Dr Fadlil Yani Ainusyamsi, MBA., M.Ag menjelaskan Rasulullah SAW mencontohkan bahwa Ramadan adalah waktu untuk menjaga lisan, menahan amarah, memperbaiki akhlak, dan memperbanyak amal saleh.

Berikut beberapa tips dan rahasia puasa ala Rasulullah SAW:

1. Niat yang Tulus

Baca juga: Doa Sebelum Sahur, Amalan Sunah yang Dicontohkan Nabi Muhammad SAW

Dalam ajaran Islam, niat adalah dasar dari setiap amal ibadah. 

Puasa Ramadan harus diawali dengan niat yang dilakukan pada malam hari sebelum fajar menyingsing.

Niat tidak selalu harus dilafalkan dengan suara keras, namun harus diteguhkan dalam hati. 

Ketegasan niat membuat seseorang lebih siap secara mental dan spiritual dalam menjalankan ibadah keesokan harinya. 

Tanpa niat, puasa menjadi tidak sempurna.

Maka sebelum tidur, pastikan hati sudah berkomitmen untuk berpuasa esok hari demi mengharap rida Allah SWT.

"Jadi kalau saum Ramadan tanpa niat maka Ramadannya itu tidak sempurna gitu ya. Bahkan ada yang mengatakan kalau esok hari kita Ramadan, malam harinya itu harus ya menjalankan niat ya dalam hati kita ataupun ditawakudkan dengan lafaz kita yang terpenting niat itu harus diucapkan ya oleh hati juga oleh lisan kita supaya kita yakin bahwa besok hari kita akan melaksanakan ibadah ee saum di bulan Ramadan. " katanya.

2. Sunnah Sahur dan Berbuka

Rasulullah SAW menganjurkan untuk mengakhirkan sahur dan menyegerakan berbuka. 

Sahur yang dilakukan mendekati waktu subuh memberi kekuatan fisik sekaligus keberkahan.

Saat berbuka, Rasulullah SAW mencontohkan kesederhanaan. 

Beliau berbuka dengan beberapa butir kurma dan air.

Jika tidak ada kurma, maka cukup dengan air putih. Prinsipnya bukan pada banyaknya makanan, tetapi pada kecukupan dan kesehatan.

"Rasulullah SAW menjalankannya tidak banyak makanan yang beliau minum cukup satu dua biji kurma. Ya, dalam hadis itu dikatakan jadi tamar itu adalah kurma. Bisa satu, bisa dua biji atau dua buah. Cukup saja dengan air ya, air putih ya," jelasnya.

Sikap tidak berlebihan sangat ditekankan. 

Setelah seharian menahan lapar, godaan untuk makan berlimpah memang besar. 

Namun, Rasulullah SAW tidak pernah menjadikan momen berbuka sebagai ajang balas dendam terhadap rasa lapar. 

"Rasulullah juga tidak berlebihan ya. Janganlah kita berlebih-lebihan termasuk dalam makan minum ya," terangnya.

Ia mengajarkan keseimbangan dan pengendalian diri.

Berbuka secukupnya juga baik bagi kesehatan, membantu metabolisme tubuh kembali stabil tanpa membebani sistem pencernaan secara berlebihan.

3. Menjaga Pola Makan dan Kesehatan

Puasa yang sesuai sunnah tidak membuat tubuh lemah. 

Justru dengan pola makan yang teratur dan tidak berlebihan, tubuh menjadi lebih terjaga.

Air putih tetap menjadi kebutuhan utama untuk mencegah dehidrasi. 

Pilih makanan yang bergizi dan mudah dicerna. 

Hindari kebiasaan berlebihan dalam konsumsi makanan.

"Biasanya seorang kalau kita menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan karena siang harinya lapar, menahan lapar dan haus, maka begitu datang buka puasa segala dimakan. Itu adalah dari sisi kesehatan Rasulullah tidak memberikan contoh seperti itu. Tapi Rasulullah dengan sederhana ya, dengan cukup saja berbuka puasanya," tambahnya.

Kesederhanaan yang dicontohkan Rasulullah SAW adalah bentuk keseimbangan antara ibadah spiritual dan kesehatan fisik.

4. Tarawih dan Qiyam Ramadan

Di malam hari, umat Muslim dianjurkan melaksanakan salat tarawih atau qiyam Ramadan. 

Ibadah ini bisa dilakukan setelah salat Isya, di pertengahan malam, atau di sepertiga malam terakhir.

Pada masa Rasulullah SAW, qiyam Ramadan sering dilakukan di waktu malam yang lebih sunyi untuk menjaga kekhusyukan. 

"Pada zaman Rasulullah SAW ibadah tarawih biasa dijalankan di tengah malam untuk menjalankan kekhusyuan ibadah," jelasnya.

Di Indonesia, tarawih umumnya dikerjakan berjamaah setelah Isya sebagai bentuk syiar Islam dan kebersamaan umat.

Yang terpenting bukan pada waktu pelaksanaannya, tetapi pada konsistensi dan kekhusyukan dalam menjalankannya. 

Tarawih menjadi pelengkap puasa di siang hari, memperbanyak pahala dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT.

Fadlil menjelaskan, ramadan adalah perjalanan spiritual selama kurang lebih 30 hari. 

Bulan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momentum perubahan diri. 

Setiap rasa lapar adalah pengingat untuk bersyukur, setiap dahaga adalah latihan kesabaran, dan setiap malam adalah peluang untuk mendekat kepada Sang Pencipta.

Menjalankan puasa sesuai sunnah Rasulullah SAW berarti meneladani kesederhanaan, menjaga adab, memperkuat niat, serta menghidupkan malam dengan ibadah.

(Tribunnews.com/Farra)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.