Ukraina Barat Diguncang Bom, Polwan Berusia 23 Tahun Tewas, Serangan Diduga Instruksi Rusia
Bobby Wiratama February 23, 2026 06:38 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - Kota Lviv, Ukraina barat, diguncang ledakan bom pada Minggu (22/2/2026) dini hari yang menewaskan seorang polisi wanita dan melukai puluhan orang.

Dilansir dari CNN, ledakan terjadi ketika polisi merespons laporan pembobolan di sebuah toko dekat pusat kota.

Penyelidikan awal menunjukkan perangkat peledak rakitan disembunyikan di tempat sampah di sekitar lokasi kejadian.

Ledakan pertama terjadi tidak lama setelah petugas tiba di lokasi.

Beberapa saat kemudian, ledakan kedua terjadi ketika tim polisi tambahan datang untuk membantu penanganan.

Akibat insiden tersebut, seorang polisi wanita berusia 23 tahun bernama Viktoria Shpylka tewas di tempat.

Sekitar 24 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka akibat ledakan tersebut.

Wali Kota Lviv, Andriy Sadovyi, menyebut insiden tersebut sebagai tindakan terorisme.

Ia mengatakan 12 korban masih dirawat di rumah sakit dan dua di antaranya berada dalam kondisi serius.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan beberapa orang telah ditahan terkait serangan tersebut.

Menteri Dalam Negeri Ukraina Ihor Klymenko juga mengonfirmasi bahwa seorang wanita telah ditahan untuk dimintai keterangan dalam penyelidikan.

Polisi menyebut perempuan berusia 33 tahun itu ditangkap di kota Staryi Sambir, dekat perbatasan Polandia.

Baca juga: Pesan Menohok Zelensky ke Trump: Ukraina Tak Akan Tunduk pada Tuntutan Rusia

Penyelidikan awal menunjukkan tersangka diduga melakukan serangan atas instruksi seorang pengendali yang berada di Rusia.

Kepolisian mengenang Shpylka sebagai sosok yang ramah dan penuh empati terhadap rekan kerjanya.

“Dia sensitif, cerdas, dan tulus. Ia selalu tahu bagaimana memberikan dukungan bahkan di hari-hari tersulit,” kata polisi dalam pernyataan resmi, dikutip dari CNN.

Polisi juga menyebut Shpylka baru menikah dengan seorang petugas patroli pada tahun lalu.

Sementara itu, mengutip laporan Financial Times dan Al Jazeera, serangan di Lviv terjadi di tengah gelombang serangan udara besar-besaran Rusia ke berbagai wilayah Ukraina.

Militer Rusia dilaporkan menembakkan sekitar 50 rudal serta hampir 300 drone dalam satu malam.

Serangan tersebut menargetkan sejumlah wilayah, termasuk Kyiv, Sumy, dan Odesa.

Zelensky mengatakan serangan Rusia terutama menargetkan infrastruktur energi, jalur kereta api, dan pasokan air di berbagai wilayah Ukraina.

“Moskow terus berinvestasi pada serangan, bukan diplomasi,” kata Zelensky.

Perkembangan Terkini Perang Rusia-Ukraina

Dilansir The Guardian, berikut ini rangkuman perkembangan terkini perang Rusia-Ukraina yang telah berlangsung sejak tahun 2022.

Serangan Rusia Tewaskan Tiga Orang di Ukraina

Serangan Rusia menewaskan tiga orang dan melukai beberapa lainnya semalam, kata otoritas regional pada Senin.

Serangan tersebut terjadi ketika Moskow terus melancarkan serangan menjelang peringatan keempat invasi besar-besaran ke Ukraina.

Di wilayah selatan Odesa, dua orang tewas dan sedikitnya tiga orang lainnya terluka setelah drone Rusia menghantam infrastruktur industri, energi, dan sipil.

Gubernur regional Oleg Kiper mengatakan serangan itu menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas penting.

Sementara itu di Zaporizhzhia, serangan drone terhadap fasilitas industri menewaskan seorang pria berusia 33 tahun dan melukai satu orang lainnya.

Kepala wilayah Ivan Fedorov menyatakan tim darurat segera dikerahkan ke lokasi.

Di wilayah utara, sebuah rudal menghantam distrik Kholodnogirsky di Kharkiv.

Wali Kota Igor Terekhov mengatakan tim penyelamat masih menilai kerusakan sehingga jumlah korban belum diketahui.

Baca juga: Rudal Flamingo, Amunisi Lokal Ukraina yang Sasar Pabrik Rudal Balistik Rusia di Udmurtia

Rusia Luncurkan Ratusan Drone dan Puluhan Rudal ke Ukraina

Rusia menembakkan puluhan rudal dan drone ke berbagai target di Ukraina, menghancurkan sebuah rumah tinggal di Kyiv pada Minggu.

Serangan tersebut dilaporkan oleh Luke Harding.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan Kremlin meluncurkan 297 drone dan hampir 50 rudal dalam gelombang serangan semalam.

Ia menyebut sebagian besar serangan berhasil ditembak jatuh oleh pertahanan udara Ukraina.

Zelensky juga mendesak sekutu internasional untuk memperkuat sistem pertahanan udara negaranya.

Menurutnya, Rusia kini lebih banyak berinvestasi dalam serangan militer daripada diplomasi.

Ia menambahkan target serangan Rusia tidak hanya fasilitas energi, tetapi juga infrastruktur logistik seperti jalur kereta api dan pasokan air kota.

Ukraina Serang Infrastruktur Energi Belgorod Rusia

Serangan rudal besar-besaran Ukraina menyebabkan kerusakan serius pada infrastruktur energi di wilayah Belgorod yang berbatasan dengan Ukraina.

Gubernur wilayah Vyacheslav Gladkov mengatakan serangan itu mengganggu pasokan listrik, panas, dan air bagi warga.

Ia menggambarkan serangan tersebut sebagai serangan “besar-besaran” yang memengaruhi kota Belgorod dan daerah sekitarnya.

Sementara itu, di wilayah Zaporizhzhia yang dikendalikan Rusia, listrik mulai dipulihkan setelah serangan Ukraina terhadap infrastruktur energi.

Gubernur yang ditunjuk Moskow, Yevgeny Balitsky, mengatakan tim darurat berhasil memulihkan aliran listrik di sebagian besar wilayah yang terdampak.

Di wilayah Luhansk yang dikuasai Rusia, sebuah reservoir bahan bakar terbakar setelah serangan drone Ukraina terhadap depot minyak.

Hal itu disampaikan pemimpin wilayah yang ditunjuk Moskow, Leonid Pasechnik.

Baca juga: Ukraina Klaim Rebut 300 Kilometer Persegi Wilayah dari Rusia, Zelensky: Kyiv Belum Kalah Perang

Serangan Drone Ukraina Sempat Tutup Bandara Moskow

Empat bandara di Moskow kembali beroperasi pada Minggu setelah sempat ditutup karena alasan keamanan.

Regulator penerbangan Rusia Rosaviatsia menyatakan operasi penerbangan dihentikan sementara akibat ancaman serangan drone.

Bandara yang terdampak meliputi Bandara Sheremetyevo, Bandara Domodedovo, Bandara Vnukovo, dan Bandara Zhukovsky.

Keempat bandara tersebut menghentikan operasinya selama lebih dari satu jam di tengah serangan pesawat tak berawak.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan sistem pertahanan udara menembak jatuh 71 drone Ukraina sejak pukul 14.00 waktu setempat.

Dari jumlah tersebut, 11 drone dilaporkan terbang menuju Moskow.

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.