TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Harapan untuk tinggal di rumah yang aman dan layak akhirnya dirasakan ratusan warga di sekitar wilayah operasional PT Triputra Agro Persada Tbk. Melalui Program Pondasi (Program Renovasi dan Sanitasi) yang digelar sejak Juli 2025, perusahaan secara bertahap melakukan perbaikan hunian warga yang sebelumnya berada dalam kondisi memprihatinkan.
Dari target 303 rumah, sebanyak 189 unit telah direnovasi di berbagai daerah operasional seperti Jambi, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Tengah.
Diketahui PT Triputra Agro Persada Tbk merupakan perusahaan agroindustri yang berfokus pada perkebunan dan pengolahan kelapa sawit serta karet.
Baca juga: Kemenkeu Sulap Kawasan Kumuh Jadi Rumah Layak Huni, Wawali Solo Berharap Penataan di Sangkrah Tuntas
Program ini hadir menjawab kebutuhan mendasar masyarakat akan tempat tinggal yang aman, sehat, dan nyaman. Bagi banyak keluarga, rumah bukan sekadar bangunan fisik, melainkan fondasi kehidupan untuk tumbuh, bekerja, dan membangun masa depan yang lebih baik.
Salah satu penerima manfaat adalah Mujianto, warga Desa Jahitan, Kecamatan Seruyan Hilir, Kalimantan Tengah. Pada 2024, rumahnya porak-poranda dihantam angin kencang hingga nyaris ambruk. Dengan keterbatasan biaya, ia terpaksa tetap bertahan di hunian yang tidak lagi kokoh. Setiap hujan turun atau angin bertiup kencang, rasa cemas selalu menghantui keluarganya.
“Sekarang rumah sudah diperbaiki (melalui program Pondasi), jadi bisa hidup lebih tenang dan layak lagi,” ujar Mujianto, Senin (23/2/2026).
Melalui program tersebut, struktur rumah diperkuat dan bagian-bagian yang rusak diperbaiki agar lebih aman dihuni. Perubahan itu bukan hanya berdampak secara fisik, tetapi juga memberikan rasa tenang bagi keluarga.
Proses identifikasi penerima manfaat dilakukan bersama pemerintah desa setempat untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan warga. Pendekatan kolaboratif ini menjadi bagian penting agar program benar-benar menjangkau mereka yang membutuhkan.
Manfaat program pondasi juga dirasakan Risnawati, warga Desa Jahitan lainnya. Jika Mujianto merasakan perubahan pada struktur rumahnya, Risnawati merasakan dampak besar di bagian dapur.
Sebelum mendapatkan bantuan, dapurnya dalam kondisi kurang layak. Area memasak sempit, lantai licin, dan air kerap menggenang sehingga membahayakan aktivitas sehari-hari.
“Dulu kalau memasak sering khawatir terpeleset, lantainya licin dan air mudah menggenang,” tuturnya.
Baca juga: Wamenkeu Suahasil Tinjau Rumah Layak Huni di Sangkrah Solo, Deretan Hunian Bekas Kawasan Kumuh
Kini dapurnya lebih tertata dan bersih. Sirkulasi udara membaik, lantai lebih aman, dan aktivitas memasak menjadi lebih nyaman. Perubahan sederhana itu berdampak langsung pada kualitas hidup keluarganya.
“Sekarang memasak jadi lebih aman dan keluarga juga merasa lebih sehat,” ungkapnya.
Melalui Program Pondasi, PT Triputra Agro Persada Tbk berupaya membangun lebih dari sekadar bangunan fisik. Perusahaan menegaskan bahwa rumah yang aman dan nyaman menjadi fondasi penting bagi keluarga untuk menjalani kehidupan yang lebih sehat, produktif, dan bermakna.
Baca juga: Menteri PKP Evaluasi Pembangunan Rumah Layak Huni di Banyumas Jawa Tengah