Dikasih Nasihat Sama yang Hilang Arah, Toprak Ikutan Babak Belur Bareng Quartararo
Wahid Fahrur Annas February 23, 2026 07:33 PM

YAMAHA-RACING.COM
Dua pembalap Prima Pramac Yamaha, Toprak Razgatlioglu dan Jack Miller, selama tes pramusim MotoGP 2026 di Sirkuit Buriram, Thailand, Minggu (22/2/2026)

BOLASPORT.COM - Pembalap Prima Pramac Yamaha, Toprak Razgatlioglu, merasakan kesulitan yang cukup luar biasa dalam debutnya berkiprah pada MotoGP 2026.

Razgatlioglu menyelesaikan tes pramusim terakhir sebagai pembalap reguler yang meraih hasil terburuk di Sirkuit Buriram, Thailand.

Pembalap Turki itu berada di posisi ke-21 dari 22 pembalap yang mengikuti tes. Posisi terakhir ditempati pembalap penguji Ducati, Michele Pirro.

Razgatlioglu  hanya mampu mencatatkan waktu 1 menit 30,772 detik pada hari kedua tes, Minggu (22/2/2026).

Dia tertinggal sampai 2,1 detik dari pembalap tercepat, Marco Bezzecchi (Aprilia Racing).

“Kami mencoba simulasi balapan dan saya juga berkendara dengan Jack (Miller). Tapi saya tidak menyukai pengaturannya," kata Razgatlioglu, dilansir BolaSport.com dari Speedweek.

"Kami memiliki dua motor dengan pengaturan yang berbeda. Setelah sekitar sepuluh lap, saya kembali ke pit karena saya terlalu lambat."

"Saya berkata: Lebih baik masuk pit karena keadaan tidak berjalan dengan baik,” ujarnya.

Meski begitu, Razgatlioglu  merasa lebih positif pada sesi sore hari ketika mencoba menggunakan ban bekas.

"Kami menggunakan ban bekas untuk lebih memahami motor dan tetap berhasil mencetak waktu lap yang bagus. Saya sendiri terkejut."

"Ketika saya melakukan banyak lap, saya mulai beradaptasi dan juga mengelola ban dengan lebih baik," ujarnya.

Toprak juga mengaku masih kesulitan untuk beradaptasi dengan ban Michelin.

"Saya masih belajar. Pembalap lain sudah mengenal ban ini dan langsung mempercayainya saat menikung," ucapnya.

"Saya masih belajar. Mungkin saya bahkan perlu jatuh untuk memahami batasnya."

"Saya belum pernah jatuh, motor masih utuh, tapi mungkin saya perlu itu untuk benar-benar memahaminya," ujarnya.

Selain itu, dia masih belum memahami batas sudut kemiringan dengan ban depan. Situasi yang membuatnya terkejut ketika melihat rekan setimnya menikung.

“Saya kehilangan banyak waktu di sektor pertama, terutama di Tikungan 1. Saya selalu memasuki tikungan dengan lebih hati-hati karena saya tidak sepenuhnya percaya pada ban depan," ucap Razgatlioglu.

"Saat pengereman, semuanya baik-baik saja, tetapi saya tidak tahu batasnya saat menikung."

"Ketika saya melihat Jack berbelok tajam dengan cepat, saya terkejut. Saya hampir mengira dia akan jatuh dan kemudian saya melihat motornya terus berbelok,” ujarnya.

Dengan segala kesulitan yang didapat, Razgatlioglu mendapatkan kata-kata penyemangat dari pembalap tim Yamaha pabrikan, Fabio Quartararo.

Quartararo hanya memintanya untuk tetap tenang dan tidak perlu memaksakan karena pembalap Prancis itu juga mengalami kesulitan yang sama dengan motor V4 Yamaha.

"Kami berbicara tentang tahun ini. Dia (Quartararo) menyuruhku untuk tidak terburu-buru."

"Yamaha terus berkembang dan aku harus beradaptasi selangkah demi selangkah," kata Razgatlioglu.

"Dia bilang itu juga sulit baginya dengan motor baru. Dia berkata: 'Tetap tenang, kamu tidak perlu memaksakan apa pun,'" ucap Razgatlioglu menirukan pesan Quartararo.

Quartararo sendiri sebenarnya juga sedang kehilangan arah setelah merasa frustrasi dengan motor baru V4 Yamaha.

Dia menyebut motornya kurang bertenaga dan sulit untuk menikung.

“Saya pikir mesin ini merupakan langkah besar dalam perbaikan kami, tapi tidak semuanya,” kata Quartararo dilansir dari Crash.

“Misalnya, kemampuan motor untuk berbelok dan cengkeraman ban adalah titik terlemah saat ini.

“Tentu saja, tenaga tidak cukup, tapi bagi saya titik terlemah adalah saya tidak bisa berbelok, saya tidak bisa membuat waktu lap dengan lancar," ujarnya.

Pembalap rookie Yamaha itu kemudian tetap merasa frustrasi dengan performanya saat ini.

“Saya selalu berpikir dari tikungan ke tikungan dan berusaha sebaik mungkin, tetapi catatan waktu putarannya tidak memuaskan," kata Razgatlioglu.

"Lalu saya merasa kecewa. Tapi saya tahu bahwa MotoGP benar-benar berbeda ban dan motornya sangat berbeda."

"Saya harus beradaptasi, tetapi saya belum sepenuhnya berhasil melakukannya, terutama dengan ban depan,” ujarnya.

 
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.