Pada usia 19 tahun, rata-rata mahasiswa masih menempuh semester awal. Berbeda dengan sosok perempuan satu ini, pada usia tersebut sudah meraih gelar sarjana kedokteran.
NamanyaStefaniYolin Israel Kambu, perempuan asal KabupatenAsmat, Provinsi Papua Selatan. Ia baru saja lulus dari Fakultas Kedokteran UniversitasPadjadjaran (Unpad) pada Jumat (6/2/2026) lalu.
Dalam momen wisuda, ia dinobatkan sebagai wisudawan termuda Unpad. Stefani merasa senang dengan pencapaian yang telah diperolehnya.
"Saya mungkin bukan mahasiswa yang paling menonjol di FK Unpad, karena dikelilingi oleh banyak teman yang sangat berprestasi. Namun, hal itu justru memotivasi saya untuk terus berkembang dan membuktikan bahwa saya sebagai anak Papua pasti bisa," ujarnya dikutip dari laman Unpad, Senin (23/2/2026).
Kuliah Kedokteran dengan Beasiswa
Stefani mengaku telah mendambakan kuliah di Unpad sedari remaja. Terutama kuliah di Fakultas Kedokteran Unpad, sesuai dengan mimpinya jadi dokter.
Beruntung, Stefani meraih beasiswa kedokteran dari kerja sama Pemerintah Kabupaten Asmat dengan FK Unpad. Ia sendiri lolos lewat jalur Seleksi Mandiri Unpad (SMUP).
"Puji Tuhan, saya akhirnya diterima di FK Unpad melalui jalur SMUP. Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Asmat atas kepercayaan dan kesempatan yang diberikan," ungkap Stefani.
Belajar Banyak dari Teman-Dosen
Selain mendalami ilmu kedokteran sesuai jurusannya, Stefani juga mendapatkan banyak pelajaran soft skill dari rekan dan dosennya. Ia mengaku bisa cepat lulus karena manajemen waktu yang baik.
Stefani disiplin mengatur waktu belajar dan berkegiatan lain. Ia sadar bahwa kuliah di Kedokteran Unpad memiliki jadwal yang padat.
Ia juga mencoba banyak organisasi dan kepanitiaan. Menurutnya, berkegiatan di organisasi dan kepanitiaan membuatnya memiliki skill kepemimpinan yang baik.
Kepada anak-anak Papua yang bermimpi jadi dokter sepertinya, Stefani memberikan pesan agar terus berjuang dan bermimpi. Ia menekankan, usaha yang keras tidak akan pernah mengkhianati hasil.
"Untuk semua anak-anak Papua, jangan pernah takut bermimpi besar. Usaha tidak akan mengkhianati hasil, dan bersama Tuhan, segala tantangan pasti bisa dilewati, meski kadang harus melalui air mata," kata Stefani.
"Ingat, orang tua, keluarga, dan orang-orang tersayang kita sudah berjuang begitu keras untuk kita, maka mari kita berjuang juga demi melihat senyum di wajah mereka," sambungnya.







