Sepekan Berlalu, 10.701 KK Warga Grobogan Terdampak Imbas 7 Tanggul Jebol
deni setiawan February 23, 2026 08:09 PM

TRIBUNJATENG.COM, GROBOGAN - Sepekan berlalu, banjir di Kabupaten Grobogan tak kunjung surut. Terlebih dalam sepekan ini pula intensitas hujan masih cukup tinggi.

Hasil pendataan BPBD Jateng, setidaknya ada tujuh tanggul sungai yang jebol dan aliran airnya menggenangi permukiman hingga areal pertanian warga.

Berbagai upaya pun sedang dilakukan pemerintah, utamanya memperbaiki tanggul jebol di beberapa sungai yang berada di Kabupaten Grobogan.

Baca juga: Taj Yasin Minta Warga Ikut Aktif Cek DAS Tuntang Grobogan: Kalau Bahaya Laporkan

• Bupati Sadewo: Enakan Rp3 Juta Tinggal di Purwokerto Dibanding Rp5 Juta di Jakarta

Banjir yang melanda Kabupaten Grobogan sejak Senin (16/2/2026) masih menyisakan genangan di beberapa wilayah dengan total terdampak mencapai 10.701 kepala keluarga (KK).

Hingga kini, petugas gabungan masih terus melakukan penanganan darurat terhadap titik-titik tanggul sungai yang jebol.

“Penyebab utama banjir adalah curah hujan tinggi serta jebolnya tanggul dan luapan Sungai Lusi, Sungai Serang, Sungai Glugu, Sungai Tuntang, Kali Jajar, Sungai Renggong, dan Sungai Cabean yang berdampak ke permukiman warga,” beber Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jateng, Armin Nugroho, Senin (23/2/2026).

Armin menyebutkan, banjir berdampak pada 50 desa di 12 kecamatan, termasuk Kecamatan Kedungjati, Tegowanu, Gubug, Purwodadi, Karangrayung, Geyer, Toroh, Pulokulon, dan Penawangan.

KEJAR TARGET - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen meminta warga di DAS Tuntang agar aktif memeriksa kondisi tanggul di wilayah mereka yang rawan jebol di Tinanding, Grobogan, Rabu (18/2/2026). Dia juga memastikan pengerjaan penambalan tanggul yang jebol dengan target 3 hari ke depan.
KEJAR TARGET - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen meminta warga di DAS Tuntang agar aktif memeriksa kondisi tanggul di wilayah mereka yang rawan jebol di Tinanding, Grobogan, Rabu (18/2/2026). Dia juga memastikan pengerjaan penambalan tanggul yang jebol dengan target 3 hari ke depan. (Istimewa/PEMPROV JATENG)

Akibat bencana ini, satu rumah dilaporkan rusak berat, satu rusak sedang, serta lahan pertanian seluas 2.813,1 hektare turut terdampak luapan air. 

Sejumlah fasilitas umum ikut terimbas banjir meliputi dua tempat ibadah, satu fasilitas kesehatan, dan satu fasilitas pendidikan.

Selain itu, perlintasan rel kereta api di Desa Papanrejo, Kecamatan Gubug juga sempat tergenang air.

Fokus utama petugas saat ini adalah memperbaiki titik-titik tanggul yang tidak kuat menahan debit air.

“Di sektor infrastruktur, terdapat titik tanggul jebol seperti Sungai Cabean di Desa Tajemsari, Kecamatan Tegowanu. Sungai Jajar Baru di Desa Mojoagung, Kecamatan Karangrayung, serta Sungai Tuntang di Desa Tinanding, Kecamatan Godong,” beber Armin. 

Baca juga: Luthfi Perintahkan Percepatan Penanganan Tanggul Jebol di Grobogan

• Lubang Misterius di Jalan Depan Kantor Disdik Kota Semarang, DPU: Ada Crossing Saluran

Hingga saat ini, genangan masih terpantau di Desa Karangpasar, Kecamatan Tegowanu. 

Petugas di lapangan juga terus memantau elevasi air di beberapa sungai utama seperti Sungai Lusi dan Sungai Serang melalui Bendung Dumpil, Pos Meduran, Bendung Sedadi, dan Bendung Klambu untuk mengantisipasi banjir susulan.

Pengerahan Alat Berat

BPBD Jateng menuturkan bahwa penanganan tanggul masih berlangsung intensif, terutama di Desa Tinanding, Kecamatan Godong.

Sembilan alat berat yang terdiri dari excavator dan dozer dikerahkan ke lokasi untuk mempercepat pekerjaan penutupan tanggul yang jebol.

“Peninggian tanggul telah dilakukan sekira 50 sentimeter dan diperkuat menggunakan bambu, sesek, glugu, serta 200 jumbo bag."

"Pekerjaan darurat masih berlangsung,” kata Armin.

Selain perbaikan infrastruktur, BPBD bersama instansi terkait terus melakukan assessment, evakuasi warga, serta pendistribusian logistik dan bantuan karung pasir di Kecamatan Gubug dan Tegowanu.

Penyaluran logistik difokuskan di Desa Jumo, Tajemsari, serta Kelurahan Kalongan.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan mengikuti arahan petugas di lapangan. (*)

Sumber Kompas.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.