Takjil di Pasar Ramadan Jl Mappanyukki Makassar Dipastikan Aman dan Bebas Bahan Berbahaya
Alfian February 23, 2026 08:19 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Takjil di kawasan Pasar Ramadan Jl Mappanyukki, Kota Makassar, dipastikan aman dan bebas dari bahan pengawet berbahaya.

Kepastian itu disampaikan Kepala BPOM Makassar, Yosef Dwi Irwan Prakasa Setiawan, usai melakukan sampling dan uji cepat di lokasi tersebut.

Ada sekitar 28 takjil yang dijadikan subjek dalam pengujian BPOM.

Puluhan sampel yang diperiksa terdiri dari berbagai jenis makanan dan minuman yang banyak dikonsumsi masyarakat saat berbuka puasa.

“Ada berbagai macam sampel: ada tahu, aneka kue, es, sirup warna merah, kemudian juga olahan daging seperti ada sosis, ada bakso, dimsum, dan lain-lain yang kita curigai ada ditambahkan bahan berbahaya, kita lakukan sampling dan uji," kata Yosef saat ditemui di lokasi.

Dari hasil uji cepat, kata Yosef, tak ada temuan berbahaya di dalam takjil yang dijual.

"Seluruh sampel ini tidak ada ditemukan mengandung bahan berbahaya, apakah itu formalin, boraks, rhodamine B, ataupun metanil yellow," ungkapnya.

Baca juga: Dinas Kesehatan: Takjil di Makassar Aman Dikonsumsi 

Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari pengawasan rutin selama Ramadan untuk memastikan keamanan pangan di tengah meningkatnya permintaan masyarakat.

"Karena kita tahu bersama, biasanya saat Ramadan ini diikuti dengan peningkatan kebutuhan ataupun permintaan dari masyarakat," uajrnya.

"Nah, ini terkadang ada dimanfaatkan oleh pelaku-pelaku usaha nakal dengan menjual barang-barang yang tidak memenuhi ketentuan, entah itu yang rusak, kedaluwarsa, termasuk takjil yang bisa jadi ditambahkan bahan-bahan berbahaya," tambah dia.

Meski hasil pengujian menunjukkan seluruh sampel aman, Yosef tetap mengingatkan masyarakat agar cermat dalam memilih takjil, terutama memperhatikan kebersihan tempat dan penjual.

"Tempatnya harus bersih, yang tertutup, penjualnya juga kondisinya bersih, sehat, tidak berdekatan dengan tempat sampah atau selokan yang bisa jadi menjadi sumber cemaran," jelasnya.

Lanjut Yosef, pangan yang aman bukan hanya bebas dari bahan berbahaya, tapi juga harus bebas dari cemaran fisik.

"Entah itu berupa rambut, staples, pecahan batu, kemudian juga cemaran biologi akibat higiene sanitasi yang tidak bagus," uajrnya.

"Misalnya kalau lingkungannya tidak bagus, itu bisa jadi sumber cemaran yang bisa berisiko pada kesehatan," tambahnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.