TRIBUNMANADO.CO.ID - Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling (YSK), menegaskan komitmennya mendorong transformasi digital sebagai salah satu pilar utama penguatan ekonomi daerah.
Dalam arahannya, YSK meminta percepatan digitalisasi pendapatan dan belanja daerah.
Ia juga mendorong integrasi sistem pembayaran digital dalam berbagai layanan publik, termasuk optimalisasi penggunaan QRIS bagi pelaku UMKM, pasar tradisional hingga sektor pariwisata.
Menurutnya, digitalisasi bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan untuk menciptakan tata kelola keuangan yang lebih transparan, efisien, dan akuntabel.
“Digitalisasi harus kita dorong bersama. Ini bukan hanya soal teknologi, tapi bagaimana kita memperkuat fondasi ekonomi daerah agar lebih modern dan kompetitif,” ujarnya Senin (23/2/2026)
Tak hanya di sektor keuangan daerah, YSK juga menyoroti pentingnya digitalisasi dalam distribusi pangan. Langkah ini dinilai strategis untuk menjaga stabilitas harga sekaligus meningkatkan efisiensi rantai pasok dari produsen ke konsumen.
Di sisi lain, Gubernur menekankan perlunya memperluas akses pembiayaan bagi petani, nelayan, pelaku UMKM, serta kelompok rentan. Ia mendorong peran aktif Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dalam membuka akses pembiayaan yang mudah, terjangkau, dan aman.
Edukasi serta perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan juga menjadi perhatian serius, agar masyarakat tidak terjebak praktik keuangan ilegal.
Dalam pengembangan ekonomi syariah, YSK melihat potensi besar yang bisa dioptimalkan. Mulai dari penguatan industri halal, pengembangan UMKM halal, peningkatan ekspor produk halal, hingga optimalisasi dana sosial syariah.
Ia mendorong integrasi ekonomi syariah dengan sektor pariwisata, pertanian, dan UMKM guna menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Di tengah tantangan pemotongan dana transfer daerah, YSK mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk tetap solid dan menjaga kekompakan.
“Saya ingin kekompakan di 2025 terus kita jaga supaya 2026 kita bisa naik di tengah pemotongan dana transfer daerah. Dengan kekompakan, kita pasti bisa mencapai proyeksi PDRB 6,3 persen,” tegasnya optimistis. (Ren)