TRIBUNMANADO.CO.ID - MANADO - Personel Polsek Mapanget - Polresta Manado berhasil menangkap terduga pelaku tindak pidana penganiayaan menggunakan senjata tajam (sajam) yang terjadi di Kelurahan Buha Lingkungan II, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).
Peristiwa terjadi pada Minggu (22/2/2026) sekitar pukul 01.30 Wita.
Terduga pelaku berinisial M.L.M. (16), seorang pelajar, diduga melakukan penganiayaan terhadap korban berinisial S.P. (42), warga Kelurahan Buha Lingkungan II.
Kapolsek Mapanget, Ipda Simson Songgilingan didampingi Kasi Humas Polresta Manado Iptu Agus Haryono menjelaskan berdasarkan kronologis kejadian, pelaku diduga melakukan penikaman terhadap korban pada bagian dada kiri sebanyak satu kali menggunakan sebilah pisau.
“Akibat kejadian tersebut korban mengalami luka tusuk dan mengeluarkan darah, kemudian langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis,” ujar Kapolsek, Senin (23/2026).
Menurutnya, setelah menerima informasi bahwa terduga pelaku berada di sekitar tempat kejadian perkara (TKP), personel Polsek Mapanget langsung menuju lokasi dan berhasil mengamankan pelaku tanpa perlawanan.
Dalam penangkapan tersebut, anggota turut mengamankan barang bukti berupa satu bilah pisau yang diduga digunakan pelaku.
Berdasarkan hasil interogasi awal, motif sementara penganiayaan diduga karena sakit hati.
Adapun sasaran kejahatan mengarah pada jiwa atau nyawa korban.
“Saat ini terduga pelaku telah diamankan di Mapolsek Mapanget untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Proses penanganan dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ungkapnya.
Kapolresta Manado Kombes Pol Irham Halid menunjukkan komitmennya dalam menindak tegas terhadap para pelaku kejahatan tersebut di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).
Kombes Irham telah mengeluarkan perintah mengambil langkah tegas dan terukur terhadap pelaku tawuran antar kelompok maupun warga yang kedapatan membawa senjata tajam (sajam).
Ultimatum ini dikeluarkan sebagai bentuk komitmen dalam menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif di wilayah hukum Polresta Manado.
Selain itu menjadi telah ditindaklanjuti oleh Kasat Reskrim dan Kasat Intel Polresta Manado.
Hal ini dilakukan dengan tujuan menciptakan situasi dan kondisi aman demi kenyamanan masyarakat.
Terbukti sampai saat ini Polresta Manado telah menangkap 8 orang yang terduga pelaku membawa sajam dan provokator yang memicu tawuran.
Kasat Reskrim AKP Elwin Kristanto SIK, MH terkait tindakan tegas dari pihak kepolisian, di latar belakangi banyak kejadian tarpok dan penganiayaan dengan menggunakan sajam.
"Jadi penindakan ini dilakukan karena memang banyak sekali kejadian tawuran yang terjadi saat ini.
Pendekatan persuasif sudah dilakukan tapi para oknum terduga pelaku tidak mau mendengar apa yang disampaikan oleh petugas," jelasnya.
Elwin mengungkapkan masyarakat resah karena para terduga pelaku juga berani menyerang para petugas.
"Jadi kita akan melakukan tindakan tegas dan terukur dengan tujuan agar kota Manado semakin aman," pungkasnya.
Berikut indentitas terduga 8 pelaku ditangkap Polresta Manado sepanjang Februari 2026:
Tersangka Kasus di Pasar Unyil
1.DP (24 Tahun)
2.VK (29 Tahun)
3.EK (26 Tahun)
Diamankan sebelum menuju Pasar Unyil, Minggu 08/02/2026.
Tersangka kasus di Banjer
1.JPM (17 Tahun)
2.AUL (16 Tahun)
Diamankan, karena membuat keributan dengan sajam (Tombak), Senin 09/02/2026
Tersangka kasus di Sindulang
1.JD (21 Tahun)
Penganiayaan dengan Sajam (Panar Wayer) terhadap anggota brimob, Kamis 12/02/2026.
Tersangka kasus di Pasar Unyil
1.FM Alias Alung(21 Tahun)
Diamankan dengan membawa 2 buah sajam jenis badik, Jumat 13/02/2026.
Tersangka kasus di Mayondi
1.RU Alias Gusdur (23 Tahun)
Kasus penganiayaan dengan sajam, Sabtu 14/02/2026. (Fer)
Baca juga: Kronologis Penangkapan Tersangka Pengedar Obat Keras Ilegal di Manado, 506 Butir Disita Polisi