Selalu Dapat Harga Tinggi, Warga Minta HET Minyakita Disosialisasikan
M Iqbal February 23, 2026 09:29 PM

TRIBUN PEKANBARU.COM, PEKANBARU - Fluktuasi harga minyakita di pasaran menjadi perhatian banyak warga. 

Harga eceran tertinggi (HET) Minyakita Rp 15.700-15.800. Namun harga tersebut sangat jarang ditemukan warga di tingkat distributor apalagi pengecer.

Dari pantauan Tribunperkanbaru.com, Senin (23/2/2026) harga Minyakita di pasaran mulai Rp 16.000 sampai  17.000 per liter.

Salah satu distributor barang harian di jalan Bukit Barisan, Pekanbaru mematok harga Minyakita Rp 17 ribu per liter. 

"Untun kemasan yang lebih bagus atau kemasan tegak harganya Rp 17 ribu. Sedangkan kemasan biasa harganya Rp 16 ribu," ungkap pemilik toko kepada Tribunpekanbaru.com.

Untuk harga kemasan 2 liter dibanderol Rp 34 ribu. Saat Tribun pertanyakan berapa isi untuk satu kotak Minyakita, menurut pemilik toko, ada sekira 12 bungkus.

Artinya ada 12 liter untuk satu kotak kemasan yang berisi Minyakita. Namun, tak banyak informasi yang disampaikan pemilik toko grosir soal keberadaan Minyakita yang ia jual.

"Kalau beli bisa. Namun berapa mau dijual itu terserah yang menjual lagi," ungkapnya.

Soal harga Minyakita yang bervariasi di penjual, warga mengaku bingung juga. Apalagi banyak yang tidak tahu HET dari Minyakita. 

"Saya tahunya harganya Rp 18 ribu per liter. Itu sudah murah. Tapi gak tahu kalau harganya ternyata lebih murah lagi," ungkap Wina warga Jalan Sepakat.

Kepada Tribunpekanbaru.com, Wina mengatakan memang soal pemakaian minyak sehari-hari tergantung juga.

Ia menyebutkan, minyakita memang murah, tetapi minyaknya tidak tahan lama. Beda dengan minyak goreng merek lainnya.

"Minyakita kalau dipakai cepat susut. Pertama masuk kuali saja sudah kental. Beda dengan merk lainnya. Jadi saya sesekali saja pakai minyakita" ujarnya.

Soal harganya dipasaran yang tak sesuai HET, Wina berharap pemerintah harus melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Karena menurutnya masih banyak yang belum tahu .

"Bagusnya di sosialisasikan. Banyak yang belum tahu. Jadi yang dapat di toko atau kedai kadang dimaklumi saja. Ibaratnya udah biasa beli dengan harga segitu, jadinya gak protes-protes," pungkasnya.

(Tribun Pekanbaru/Budi Rahmat)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.