SURYA.co.id LAMONGAN – Aksi Rendy Kurniawan (16) siswa SMK PGRI Sukodadi orang pertama yang menemukan tiga korban meninggal dunia akibat tenggelam di Waduk Menongo, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan saat kejadian pada Selasa (17/2/2026) berbuntut.
Aksi Rendy seminggu lalu itu menjadi perhatian anggota Polres Lamongan, Ipda Purnomo.
Purnomo, memberikan apresiasi atas keberanian dan kepedulian siswa tersebut.
“Kami perlu mengapresiasi tindakan cepat dan kepedulian siswa yang terjun menyelam dan menemukan tiga korban yang masing - masing hanya jeda rata-rata 4 menit," kata Purnomo usai menemui Rendy di sekolah pada kegiatan Ramadan, Senin (23/2/2026).
Rendy dinilai sebagai siswa yang punya keperdulian tinggi. Ia sangat membantu proses evakuasi dan penanganan di lokasi.
Baca juga: Bukan dari Gaji Polisi, Mengintip Cara Ipda Purnomo Manfaatkan YouTube untuk Hidupi Ratusan ODGJ
Menurutnya, peran aktif masyarakat, termasuk para pelajar, sangat penting dalam membantu tugas kepolisian, terutama dalam situasi darurat seperti yang terjadi pada Selasa lalu itu.
Terhadap aksi berani itu, Purnomo mengganjar Rendy dengan memberikan bantuan uang pada anak pasangan Ramelan dan Ratna Susanti itu.
" Saya temui dan bantuan itu saya serahkan sendiri pada Rendy. Yakini niat baik Rendy akan membawanya pada rencana baik Allah," kata Purnomo.
Seperti dikisahkan Rendy pada Purnomo yang mendatanginya di sekolah SMK PGRI Sukodadi, penemuan itu bermula saat Rendy mendengar informasi ada korban tenggelam di Waduk Menongo, Kecamatan Sukodadi dari seorang temannya.
Mendengar itu, Rendy langsung tancap gas sepeda motornya menuju waduk tempat insiden terjadi. " Saya tidak pikir apa-apa. Saya hanya ingin menolong saja," katanya saat ditemui Purnomo.
Baca juga: Awal Mula Ipda Purnomo Rela Pakai Uang Pribadi Untuk Rawat ODGJ hingga Bantu 39 Guru PPPK Tuban
Tiba di lokasi ia mendapati belum ada yang terjun ke waduk mencari korban. Spontan Rendy langsung menceburkan diri dan kali pertama masuk waduk kaki Reny menyenggol salah seorang korban.
Setelah didekati, dan langsung menyelam mengevakuasi korban. Rendy tercengah saat mengetahui kalau ada tiga anak yang tenggelam.
Rendy pun kembali menyelam dan menemukan seorang korban lagi, begitu selanjutnya sampai ditemukan korban ke tiga.
"Korban kedua saya temukan selang empat menit, dan empat menit kemudian korban ketiga, " kata Rendy.
Rendy mengaku senang bisa membantu menemukan ketiga korban dengan cepat.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar selalu berhati-hati saat beraktivitas di sekitar waduk maupun perairan terbuka, terutama saat kondisi air dalam atau cuaca tidak menentu.