TRIBUNTRENDS.COM - Kasus dugaan kekerasan dalam rumah tangga yang menewaskan seorang bocah di Kabupaten Sukabumi kembali menjadi sorotan publik. Korban berinisial NS (12), warga Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, meninggal dunia dalam kondisi tubuh penuh luka bakar. Peristiwa ini membuka kembali konflik panjang di dalam keluarganya yang sebelumnya sempat berujung perdamaian.
Ayah kandung korban, Anwar Satibi, mengungkapkan bahwa sejak awal pernikahannya, perlakuan sang istri terhadap anak kandungnya berbeda dengan anak angkat. Istri Anwar diketahui memiliki dua anak angkat, satu laki-laki yang duduk di bangku SMA dan satu perempuan. Menurut Anwar, setiap terjadi perselisihan antara NS dan anak angkat, anak kandungnya selalu menjadi sasaran kekerasan.
“Istri saya punya dua anak angkat. Tapi itu bukan anak kandung dia. Kalau berantem antara anak saya dengan anak itu, yang dihantam selalu anak saya,” ujar Anwar dengan nada pedih.
Baca juga: Ibu Kandung Bocah yang Disiksa Ibu Tiri Ungkap Tabiat Mantan Suami, Anwar Disebut Sering KDRT
Kekerasan yang dialami NS sebenarnya sudah pernah dilaporkan ke pihak kepolisian sekitar setahun lalu. Anwar mengaku membawa kasus tersebut ke Polres Sukabumi setelah melihat kondisi tubuh anaknya yang babak belur akibat dipukul benda tumpul. “Kita buka baju anak saya, saya sampai menangis lihatnya,” tuturnya mengenang kejadian itu.
Namun, proses hukum tidak berlanjut. Anwar mengaku luluh setelah sang istri bersimpuh memohon ampun dengan janji akan berubah. “Dia sampai sujud ke saya, katanya mama mau tobat dan berperilaku baik. Akhirnya terjadi perdamaian,” katanya. Perdamaian inilah yang kini disesali Anwar, karena kekerasan justru kembali terjadi dengan akibat yang jauh lebih fatal.
Anwar menegaskan laporan lama tersebut sebenarnya belum pernah dicabut secara resmi. Ia berharap proses hukum kali ini benar-benar ditegakkan. “Kalau memang terbukti, saya ingin ini jadi efek jera. Jangan semena-mena, kita ini negara hukum,” tegasnya.
Baca juga: Gelagat Anwar, Ayah Bocah 12 Tahun yang Disiksa Ibu Tiri, Kini Sibuk Buat Konten & Minta Donasi
Menjelang menghembuskan napas terakhir, NS sempat memberikan kesaksian yang menggetarkan. Dengan tubuh lemah, ia menunjuk ke arah ibu tirinya sambil berucap lirih, “Tuh, tuh…”. Tak lama setelah itu, bocah yang dikenal bercita-cita menjadi dai tersebut meninggal dunia.
Hasil pemeriksaan awal dari tim forensik RS Bhayangkara Tingkat II Setukpa Lemdiklat Sukabumi menemukan luka bakar di sejumlah bagian tubuh korban, mulai dari lengan, kaki, punggung, hingga area bibir dan hidung. Kepala Instalasi Forensik, Kombes dr. Carles Siagian, menyatakan penyebab pasti kematian masih menunggu hasil uji laboratorium lanjutan. “Kami sedang menunggu hasilnya untuk mengetahui apakah ada zat-zat lain di dalam organ korban,” ujarnya.
Kasus ini memicu kemarahan publik di media sosial. Banyak pihak mendesak kepolisian segera menetapkan tersangka dan menuntaskan penyelidikan agar keadilan bagi korban benar-benar ditegakkan.
Tribun Jatim | Ignatia | TribunTrends.com | Afif Muhammad