Ibu Kandung Bongkar Tabiat Ayah NS, Disebut Kerap KDRT hingga Larang Bertemu
Noval Andriansyah February 23, 2026 11:19 PM

Tribunlampung.co.id, Sukabumi - Ibu kandung NS (13), remaja yang tewas diduga dianiaya ibu tirinya, di Sukabumi, membongkar tabiat asli ayah kandung NS.

Ternyata, ayah kandung NS, Anwar Satibi, disebut kerap melakukan tindakan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap ibu kandung NS.

Bahkan, ibu kandung NS, Lisnawati, kerap mendapat perlakuan KDRT saat korban masih dalam kandungan.

Hal itu juga yang membuat Lisnawati akhirnya memilih untuk bercerai dengan ayah NS, Anwar Satibi.

KDRT adalah segala bentuk kekerasan yang terjadi di dalam lingkup rumah tangga, baik yang dilakukan oleh pasangan, orang tua, anggota keluarga, atau orang yang tinggal serumah. Di Indonesia, KDRT diatur dan dilarang oleh UU No. 23 Tahun 2004, dan pelakunya bisa dikenai sanksi pidana.

Baca juga: Pengakuan Ibu Tiri Seusai NS Tewas dengan Tubuh Melepuh, "Saya Tidak Kejam"

Dikutip Tribunlampung.co.id dari TribunnewsBogor.com, Lisnawati sempat syok saat dikabari oleh Anwar Satibi kalau anaknya sedang sakit.

Saat itu Lisnawati sempat menanyakan kenapa mata anaknya memar dan tidak dibawa ke rumah sakit.

Namun, menurut Lisna, Anwar saat itu beralasan kalau dirinya sibuk.

"Dia cuma bilang sibuk, gitu doang," katanya.

Menurut Lisna, sejak NS usia 7 tahun dan dipindahkan ke pesantren, dirinya tidak pernah bertemu lagi dengan sang anak.

Bahkan Anwar mengatakan pada NS kalau ibu kandungnya itu sudah meninggal dunia.

"Ayahnya bilang gitu, 'si bunda mah udah meninggal'. 'Bunda mah jangan mau telepon sama si Raja, karena bunda mah ke si Raja sudah dibilangin kalau bunda udah meninggal di luar negeri'," kata Lisnawati menirukan ucapan Anwar Satibi.

Hal itu kata Lisnawati, disampaikan oleh Anwar agar ia tidak berkomunikasi dengan anaknya.

Ia juga menyoroti pengakuan sang anak sebelum meninggal dunia yang menyebut kalau sempat dianiaya ibu tiri.

Pihaknya juga menduga ada pembiaran yang dilakukan sang ayah saat NS dalam kondisi sakit parah.

Sebab meski NS sudah lemah tak berdaya, Anwar nyatanya tidak buru-buru membawa sang anak ke rumah sakit.

Lisnawati juga mengungkap kalau dirinya sedang mendapat KDRT dari mantan suaminya.

Bahkan Lisna mengalami KDRT saat masih hamil NS.

"Dulu waktu pas dari kandungan, pas hamil Nizam sering di-KDRT juga, bahkan waktu pas melahirkan juga KDRT," katanya.

Hal itu bahkan sampai membuat Lisnawati tak sanggup dan memilih bercerai.

"Bahkan sampai rambut saya juga dipotong sama golok. Saking pengen membunuh saya kayaknya," ucap Lisna lagi.

Lisnawati pun kini mencari keadilan untuk putranya yang sudah meninggal dunia.

Firasat Aneh

Selain itu, Lisnawati juga mengaku punya firasat sebelum kepergian anaknya.

"Firasatnya tiga hari sebelum, saya sering bilang ke suami 'yah kenapa ya bunda teh nyeuri wae dada teh (sakit dada) sing sereset (tidak nyaman)," kata Lisnawati dikutip dari Youtube TV One, Senin (23/2/2026).

Namun saat itu Lisnawati tidak menyangka akan terjadi sesuatu pada anaknya.

Ia justru mengaku khawatir dengan kondisi ibunya.

"Apa umi gitu yang sakit, kan yang sakit ibu saya, jadi pikiran ke ibu terus," ucapnya.

Lisnawati juga mengatakan kalau saat itu dadanya terasa sangat sakit seperti ditusuk.

"Sakitnya itu sakit sekali, seperti ditusuk, sering bilang sama suami. Feeling saya ibu kandung, soalnya ibu yang sedang sakit," tandasnya.

Klarifikasi Ayah NS Soal Donasi

Sementara itu, Anwar Satibi membuat klarifikasi soal permintaan donasi di Facebooknya beberapa waktu lalu.

Ia menegaskan kalau permintaan donasi itu hanya ditujukan kepada teman-temannya saja.

"Itu saya tidak diniatkan buka donasi kepada netizen semua, itu dikarenakan ada teman-teman saya Facebook-nya masih berteman, tapi WA-nya sudah ilang," ucapnya.

Namun ia tak membantah kalau dirinya memang meminta bantuan teman-temannya.

"Itu saya kemarin dibuat khusus untuk teman-teman saya, bukan keseluruhan netizen. Itu juga langsung saya hapus," kata dia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.