Iran: Rudal Kami Tak Bisa Jangkau AS, Tapi Pangkalan Militer Mereka dan Israel Target Empuk
TRIBUNNEWS.COM - Kepresidenan Iran menyatakan dalam sebuah pernyataan kalau Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi telah menyerahkan laporan kepada pemerintah mengenai negosiasi dengan pihak Amerika Serikat.
Pernyataan itu menyebut, laporan dari Araqchi menegaskan kelanjutan diplomasi sesuai kepentingan nasional negara tersebut.
Baca juga: New York Times: Trump Serang Iran Pekan Ini, Markas IRGC Target Potensial Serangan Kilat
Pernyataan itu menambahkan, "Menteri Pertahanan (Aziz Nasirzadeh) juga sudah menyampaikan laporan tentang penempatan militer musuh dan menegaskan pemantauan terus-menerus terhadap pergerakannya di wilayah tersebut dan sekitarnya."
Laporan itu datang di tengah penempatan besar-besaran militer AS di kawasan perairan Iran di tengah negosiasi yang tengah berproses.
AS diketahui mengerahkan dua kapal induk dan puluhan kapal perusak serta jet tempur sebagai bagian dari Carrier Striker Group (unit kelompok serang) dua kapal induk tersebut.
Baca juga: Rincian Penempatan Tentara AS di Dekat Iran: Pengerahan Pasukan Terbesar Amerika Sejak 2003
Terkait situasi itu, pernyataan Kantor Kepresidenan Iran mengatakan kalau Menteri Pertahanan mereka menegaskan kesiapan angkatan bersenjata Iran di semua tingkatan operasional.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi mengatakan kepada CBS bahwa diplomasi adalah satu-satunya cara jika Washington ingin mengatasi kekhawatiran mereka tentang sifat damai program nuklir Iran.
Dia menambahkan bahwa tidak ada pentingnya untuk menembah kekuatan militer bagi Amerika di kawasan mereka.
"Dan ini (show of force) tidak akan membuat kami takut, dan kami masih mengerjakan kesepakatan yang diusulkan," kata Araqchi dalam pernyataan Kepresidenan Iran.
Dia menambahkan, "Kami sedang mengerjakan berbagai aspek perjanjian dan drafnya, serta mengadakan pertemuan dengan pihak Amerika pada Kamis depan di Jenewa."
Dia mengatakan kalau peluang mencapai kesepakatan dengan Washington kini terbuka lebar dan bahwa ada aspek-aspek yang mungkin lebih baik daripada kesepakatan tahun 2015.
Dia menegaskan, "Solusi dapat dicapai terkait pengayaan uranium, dan kami telah bertukar proposal dengan pihak Amerika mengenai masalah ini,".
Araqchi bahkan membalas gertakan AS yang menumpuk kekuatan militer mereka dekat negaranya dengan mengatakan:
"Rudal kami memang tidak dapat menyerang wilayah Amerika, tetapi kami akan menyerang pangkalan-pangkalan mereka."
Araghchi melanjutkan: "Rudal-rudal kami mampu menyerang target di Israel, yang meminta gencatan senjata tanpa syarat."
(oln/khbrn/rtrs/*)