ODHA di Bali Capai 21 Ribu, Putri Koster: Tekan Laju Penyebaran HIV/AIDS dengan Pendekatan Intensif 
Anak Agung Seri Kusniarti February 24, 2026 02:03 AM

TRIBUN-BALI.COM - Permasalahan HIV/AIDS di Bali masih menjadi isu serius. Data menunjukkan jumlah kasus cenderung bertambah. Saat ini, jumlah Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Bali sebanyak 21 ribu. 

Ketua TP PKK Provinsi Bali, Putri Suastini Koster menilai upaya menekan laju penyebaran HIV/AIDS di Bali masih membutuhkan pendekatan yang lebih intensif dan menyeluruh.

Hal tersebut disampaikan Putri Koster saat menerima audiensi Ketua Yayasan Spirit Paramacita, Putu Ayu Utami Dewi, di Gedung Jayasabha, Sabtu (21/2). 

Ayu Utami menyebutkan, permasalahan HIV/AIDS masih menjadi isu serius. Data menunjukkan jumlah kasus cenderung bertambah. “Saat ini di Bali terdapat 21 ribu ODHA, 12 ribu di antaranya kami tangani,” imbuhnya.

Ayu Utami menyoroti fakta penularan HIV/AIDS kini menyasar kelompok yang sebelumnya dianggap minim risiko. 

Baca juga: DANA Rp13,7 M Lebih ke Desa Adat &Subak, Pemkab Buleleng Dukung Pelestarian Adat Budaya & Pertanian 

Baca juga: JENAZAH Dek Wati Pasti Pulang Pekan Ini, Dilakukan Autopsi Sesuai Ketentuan Rumah Sakit Setempat!

“Yang menjadi perhatian kita, ibu rumah tangga banyak yang terpapar, termasuk ASN (Aparatur Sipil Negara). Penyebabnya karena pasangan mereka tidak setia,” ungkapnya. 

Ia menambahkan, dampak psikologis yang dialami ODHA juga memunculkan persoalan baru, seperti dorongan bunuh diri hingga keinginan membalas dengan menularkan penyakit.

“Pemicunya karena mereka yang terkena merasa sebagai orang baik-baik. Ini yang menjadi perhatian kami. Kita tidak bisa tinggal diam terhadap isu HIV/AIDS,” kata Ayu Utami. 

Ia juga mengungkapkan tantangan yang dihadapi, terutama stigma sosial terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

“Yayasan ini dibentuk pada tahun 1999 dan saat itu stigma negatif masyarakat terhadap ODHA masih sangat tinggi, bahkan juga terjadi pada tenaga kesehatan,” ungkapnya.

Namun, seiring meningkatnya pemahaman publik, stigma tersebut perlahan berkurang. Ia pun berharap adanya dukungan kuat dari pemerintah dan TP PKK.

“Yang dibutuhkan bukan dukungan dana, karena kami sudah mendapat dukungan dari The Global Fund,” sebutnya.

Ayu Utami juga memaparkan peran yayasan yang dipimpinnya dalam mendampingi pengidap HIV/AIDS di Bali.

“Tujuan kami bertemu Ibu adalah untuk menginformasikan keberadaan Yayasan Spirit Paramacita. Program kami adalah memberikan pendampingan bagi pengidap HIV/AIDS,” ujarnya. 

Menanggapi paparan tersebut, Putri Koster menegaskan komitmennya terhadap upaya pencegahan HIV/AIDS. “Ini harus menjadi perhatian kita bersama,” tegasnya. 

Ia juga menilai isu HIV/AIDS sering kali luput dari perhatian publik jika tidak terus disuarakan. “Isu ini akan muncul jika dibahas, sebaliknya akan tenggelam atau dilupakan saat tidak dibahas,” tambahnya.

Ia sependapat bahwa stigma terhadap ODHA semakin menurun seiring meningkatnya literasi masyarakat. Namun, fokus utama ke depan adalah memperkuat pencegahan penularan. 

“Harus ada terobosan. Sosialisasi harus lebih masif melalui berbagai media. Ajarkan masyarakat untuk bertanggung jawab, menjaga diri, dan menjauhi perilaku berisiko. Jika ada keluarga yang terpapar, segera ambil tindakan,” pungkasnya. (sar)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.