Buka Puasa Syahdu di Bale Nyawidji Tulungagung, Joglo Lawas Berlatar Sawah dan Gunung
Samsul Arifin February 24, 2026 12:14 AM

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, David Yohanes

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Saat Ramadan, Bale Nyawidji di Desa Beji, Kecamatan Boyolangu, menjadi salah satu destinasi favorit untuk berbuka puasa.

Bukan hanya karena menu tradisionalnya, tetapi juga suasana pedesaan yang menyatu dengan alam.

Bangunannya berupa joglo Jawa yang sudah tua beserta ornamen-ornamennya, lengkap dengan genteng sumpring yang kuno.

Di depannya mengalir sungai kecil yang digunakan  untuk irigasi pertanian.

Di seberang sungai ini langsung terhampar area persawahan yang sangat luas.

Sementara di kejauhan berjajar pegunungan seolah menjadi latar belakang hamparan sawah, seperti di dalam lukisan.

Salah satunya yang terlihat menjulang tinggi adalah Gunung Budheg yang ikonik di Tulungagung.

Suasana semakin syahdu saat sore hari menjelang berbuka puasa.

Baca juga: Oknum Guru PPPK Tulungagung Digerebek Bareng Pegawai BUMN di Tuban: Ternyata Sudah Minta Mundur

Konsep “Kembali ke Rumah Nenek”

Pemilik Bale Nyawidji, Mia Kusna (37), mengatakan tempat makan ini dibuka sejak 15 Januari 2022.

“Konsepnya kembali ke rumah nenek. Kebetulan punya tempat, sensasinya di pedesaan dan sawah,” ujar Mia.

Lanjutnya, Bale Nyawidji menawarkan tempat makan yang menyatu dengan alam, sembari kilas balik ke zaman lampau.

Untuk bangunan utama, Mia mendatangkan joglo Jawa asli dari Jawa Tengah, buatan  tahun 1939.

Baca juga: Hukum Tidur Saat Puasa Ramadan, Sah atau Batal? Ini Penjelasan Ulama dan Kemenag

Sementara ornamen pelengkapnya, mulai dari genteng, kayu, ornamen pelengkap, dan ubin semuanya barang bekas yang berusia tua.

“Istilahnya lawasan, semua barang lama yang sudah dijual pemiliknya. Perawatannya memang agak sulit, karena lokasinya di tepi sawah dengan angin yang cukup kencang,” katanya.

Untuk indoor joglo Bale Nyawidji bisa digunakan hingga 80 orang.

Sedangkan jika outdoor juga difungsikan bisa mencapai 200 orang.

Menyesuaikan konsep bangunannya, Bale Nyawidji menyajikan menu masakan tradisional rumahan.

Yang paling banyak diminati adalah lodho ayam, salah satu makanan khas Kabupaten Tulungagung.

Sedangkan makanan ringan yang banyak diminati adalah pisang goreng dan kerupuk sambal.

Menu Tradisional Andalan

“Ada juga kothok lele, semar dan urap-urap. Tapi yang paling diminati lodho ayam,” sambung Mia.

Di hari biasa, Bale Nyawidji buka dari pagi, siang, hingga sore hari.

Namun pengunjung paling banyak saat jam makan siang.

Sedangkan saat puasa ini, Mia mengaku hanya mengandalkan waktu jelang buka puasa.

“Strateginya kami buat paket-paket untuk buka puasa,” ucapnya.

Bale Nyawidji selama ini mengandalkan konsumen yang sudah loyal.

Tak heran saat akhir pekan di luar Bulan Ramadan, tempatnya selalu habis dipesan.

Untuk menjangkau Bale Nyawidji, jalan utamanya lewat Jalan Raya Desa Kepuh, Kecamatan Boyolangu.

Dari simpang empat Jalan Raya Desa Kepuh, belok ke arah barat hingga di area persawahan.

Balai Nyawidji adalah bangunan terakhir di ujung jalan sebelum ke area persawahan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.