TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - PSIM Yogyakarta meraih satu poin penting saat menjamu Bali United pada pekan ke-22 BRI Super League 2025/2026.
Bertanding di Stadion Sultan Agung, Bantul, Senin (23/2/2026) malam, laga berlangsung dengan tensi tinggi sejak menit awal.
Skor akhir 3-3 menjadi bukti ketatnya pertandingan tersebut. PSIM sempat tertinggal tiga gol lebih dulu sebelum akhirnya mampu memaksakan hasil imbang.
Hasil ini membuat PSIM tetap berada di peringkat ketujuh dengan 33 poin dari 22 laga. Namun, Laskar Mataram masih belum mampu mengakhiri puasa kemenangan dalam lima pertandingan terakhir.
Sementara itu, tambahan satu poin membuat Bali United tertahan di peringkat ke-11 dengan 29 poin.
PSIM langsung tampil agresif begitu peluit kickoff dibunyikan. Tim tuan rumah berupaya menekan pertahanan Bali United melalui kombinasi serangan dari lini tengah dan sisi sayap.
Sejumlah peluang berhasil diciptakan pada 15 menit pertama, namun hingga waktu tersebut berlalu, skor kacamata 0-0 masih bertahan.
Bali United sempat memperoleh peluang melalui situasi bola mati di menit ke-17.
Set piece di depan mulut gawang PSIM hampir membahayakan, tetapi sepakan pemain Serdadu Tridatu mampu diblok pagar hidup tuan rumah.
Dua menit berselang, PSIM membalas lewat skema serangan balik cepat yang diinisiasi Fahreza Sudin.
Sayangnya umpan yang diarahkan kepada Nermin Haljeta belum mampu diselesaikan dengan baik.
Pada menit ke-20, PSIM kembali mengancam. Tandukan Fahreza Sudin yang memanfaatkan umpan Raka Cahyana di depan gawang Bali United masih dapat diantisipasi penjaga gawang lawan.
Sementara itu, upaya tembakan spekulasi Franco Ramos dari luar kotak penalti juga belum menemui sasaran.
Tekanan demi tekanan terus dilancarkan Laskar Mataram. Namun gol yang dinantikan ribuan suporter di Stadion Sultan Agung tak kunjung tercipta.
Justru Bali United yang hampir mencuri keunggulan pada menit ke-32. Tendangan pemain tim tamu nyaris berbuah gol andaikan tidak membentur mistar gawang Cahya Supriadi.
Petaka bagi PSIM akhirnya datang satu menit kemudian. Pada menit ke-33, Thijmen Goppel, berhasil menggetarkan jala tuan rumah dan membawa Bali United unggul 0-1.
Tertinggal satu gol membuat PSIM bermain lebih berani. Intensitas serangan ditingkatkan hingga akhir babak pertama, namun justru Bali United yang berhasil menggandakan gol.
Kemelut depan gawang dari situasi sepak pojok berhasil dikonversi jadi gol oleh Tim Charles Receveur untuk keunggulan Bali United 0-2. Sekaligus menutup 45 menit pertama pertandingan.
Seusai turun minum, PSIM mengganti tiga pemain. Deri Corfe, Rio Hardiawan dan Savio Sheva masuk ke lapangan.
Namun, justru Bali United yang kembali berhasil mencetak gol ketiga di laga ini. Kali ini giliran Irfan Jaya yang merobek gawang PSIM di menit ke-55. Skor 0-3 untuk sementara.
Menit ke-65, PSIM akhirnya berhasil memperkecil ketertinggalan setelah menekan berkali-kali lewat sepakan yang dilepas Savio Sheva. Skor 1-3.
PSIM berada dalam keuntungan pada menit ke-72 setelah wasit mengusir bek Joao Ferrari dari lapangan karena melakukan tekel keras ke Deri Corfe.
Tak berselang lama, Donny Warmerdam legiun asing PSIM menjalani debutnya di musim ini setelah masuk menggantikan Yusaku Yamadera.
Meski unggul jumlah pemain dan terus mengurung Bali United setengah lapangan, tak lantas membuat PSIM mencetak gol dengan mudah.
Menit ke-88, PSIM baru bisa mencetak gol kedua di laga ini. Gol bunuh diri oleh pemain Bali United Ricky Fajrin. Skor 2-3.
Tiga menit kemudian, giliran Franco Ramos memaksa skor 3-3 di menit ke-90+1. Skor imbang bertahan hingga usai.