Bertekad Jadikan Jateng Kandang Gajah, Internal PSI Malah Bergejolak, Pengurus 13 DPC Mundur Massal
Juang Naibaho February 24, 2026 12:27 AM

 

TRIBUN-MEDAN.com - Tekad Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menjadikan Jawa Tengah (Jateng) sebagai kandang gajah menemui batu sandungan.

Puluhan pengurus di 13 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PSI Kota Semarang kompak mengundurkan diri sebagai pengurus pada Minggu (22/2/2026) malam.

Jateng selama ini dikenal sebagai kandang banteng karena kuatnya pengaruh PDI Perjuangan. Partai berlambang banteng itu selalu mendapat suara terbanyak di Provinsi Jateng.

Namun, pada Rapat Koordinasi Wilayah Jateng, di Kota Solo, Kamis (8/1/2026) lalu, Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep berteriak menjadikan Jawa Tengah sebagai menjadi "kandang gajah".

Istilah "kandang gajah" digunakan Kaesang seiring dengan perubahan logo partai tersebut, yang semula kepalan tangan dengan mawar berwarna merah, kini menjadi gambar gajah dengan kepala berwarna merah dan badan berwarna hitam. "2029, pemilu selanjutnya, Jawa Tengah, (jadi) Kandang Gajah!," teriak Kaesang.

Kembalikan Plang

Terkait aksi mundur massal, pengurus sejumlah DPC mengembalikan aset berupa plang ke kantor DPD PSI Kota Semarang sebagai bentuk sikap protes.

Mereka mengaku kecewa dengan sikap Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Jawa Tengah yang dianggap tak menyerap aspirasi di akar rumput.

"Kami para DPC yang mengundurkan diri (sebagai pengurus) sepakat mulai malam ini menjadi kader PSI biasa," kata Bayu Romawan, Wakil Ketua DPD PSI Kota Semarang. 

Dia mengaku suara dari DPC PSI sudah tidak didengarkan oleh DPW PSI. 

Salah satunya terkait dengan pencopotan Bangkit Mahanantyo sebagai Ketua DPRD PSI Kota Semarang. 

"Adanya plt-nya ketua kami Bangkit yang tidak berdasar ya, tidak berdasar dan suara kami kami rasa sudah tidak lagi didengar, maka percuma kalau kami bertahan lagi," ucapnya. 

Sudah Dialog hingga ke DPP 

Sebelum memutuskan mundur sebagai pengurus, pihaknya mengaku telah berupaya melakukan dialog dengan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Jawa Tengah. 

"Terus ke pihak DPP (pengurus pusat) langsung juga sudah melalui WA, melalui DM Instagram, bahkan ke Kaesang pun juga sudah kita lakukan namun tidak ada tanggapan," lanjutnya. 

Menurutnya, DPW PSI Jawa Tengah seharusnya dapat menampung aspirasi akar rumput kemudian dikomunikasikan dengan DPP PSI. 

"Tapi kenyataannya apa? Malah DPW enggak bisa menjadikan jembatan, malah DPW pun sendiri bingung," ungkap Bayu. 

Selain itu, pergantian ketua tanpa alasan yang jelas juga menjadi alasan kuat mereka untuk mengundurkan diri sebagai pengurus PSI.

"Dan saya rasa itu adalah bentuk daripada arogansi DPP," keluhnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.