BOLASPORT.COM - UEFA secara resmi menjatuhkan hukuman sementara kepada pemain Benfica, Gianluca Prestianni, yang membuatnya tidak bisa tampil di leg kedua babak play-off 16 besar Liga Champions melawan Real Madrid.
Keputusan tersebut diambil setelah pemain muda asal Argentina itu diduga melontarkan ucapan rasial kepada Vinicius Junior pada pertandingan leg pertama di Estadio da Luz, Portugal.
Insiden kontroversial tersebut terjadi tepat setelah Vinicius Junior mencetak gol semata wayang yang membawa kemenangan bagi Los Blancos pada 17 Februari silam.
Bintang Timnas Brasil itu berhasil melesakkan gol indah ke sudut kanan atas gawang Anatoliy Trubin yang tidak bisa dijangkau kiper Benfica tersebut.
Seusai mencetak gol, Vinicius berlari ke arah bendera sudut lapangan untuk melakukan selebrasi berdansa dengan menghadap ke arah ribuan pendukung Benfica yang hadir di stadion.
Wasit pertandingan, Francois Letexier, menganggap selebrasi tersebut berlebihan dan memutuskan untuk memberikan kartu kuning kepada pemain bernomor punggung 7 itu.
Masalah berawal ketika Benfica hendak melakukan sepak mula setelah gol Vinicius, di mana Prestianni diduga mengucapkan kalimat rasis kepada Vinicius sambil menutup mulutnya menggunakan baju.
Vinicius, yang berada tidak jauh dari Prestianni, langsung mendengar pernyataan tersebut dan segera berlari mendekati wasit untuk melaporkan kejadian yang baru saja dialaminya.
Pemain berusia 20 tahun itu telah membantah tuduhan yang dilayangkan kepadanya dengan membuat klarifikasi yang menyatakan dirinya tidak melakukan tindakan rasisme secara verbal terhadap Vinicius.
Menurut laporan media, Gianluca Prestianni sebenarnya mengucapkan kata "banci" kepada Vinicius, yang menurut peraturan UEFA akan tetap mendapatkan hukuman yang sama seperti jika ia terbukti mengucapkan kalimat rasis.
Namun, beberapa laporan menyebutkan bahwa Prestianni mengatakan kata "mono" yang berarti monyet dalam bahasa Spanyol.
Adapun setelah laga usai, UEFA langsung melakukan investigasi untuk menyelidiki kasus dugaan rasisme yang melibatkan pemain muda Benfica tersebut.
Setelah melakukan penyelidikan awal, UEFA akhirnya mengeluarkan keputusan berupa hukuman sementara bagi Prestianni yang membuatnya tidak bisa bermain di leg kedua yang akan berlangsung di Santiago Bernabeu.
UEFA melalui pernyataan resminya menjelaskan alasan di balik keputusan tersebut dengan detail mengenai proses yang telah dilakukan.
"Menyusul penunjukan Inspektur Etika dan Disiplin UEFA (EDI) untuk menyelidiki tuduhan perilaku diskriminatif selama pertandingan babak gugur Liga Champions UEFA 2025/2026 antara SL Benfica dan Real Madrid CF pada 17 Februari 2026," bunyi pernyataan UEFA yang dinukil dari Marca.
"Dan atas permintaan EDI dengan laporan sementara, Badan Pengawas UEFA, Komite Etika dan Disiplin (CEDB) hari ini telah memutuskan untuk menangguhkan sementara Gianluca Prestianni dari pertandingan kompetisi klub UEFA berikutnya yang seharusnya ia ikuti."
"Itu karena dugaan pelanggaran Pasal 14 Peraturan Disiplin UEFA terkait perilaku diskriminatif."
"Hal ini tidak mengurangi keputusan apa pun yang mungkin diambil oleh badan disiplin UEFA selanjutnya setelah selesainya penyelidikan yang sedang berlangsung dan penyerahannya kepada badan disiplin UEFA," pungkas pernyataan dari badan sepak bola Eropa itu.
Keputusan ini menjadi pukulan berat bagi Benfica yang akan kehilangan salah satu pemain potensialnya untuk laga leg kedua yang akan berlangsung pada Kamis (26/2/2026) dini hari WIB.
Tim asal Portugal tersebut membutuhkan kemenangan minimal dua gol di kandang Real Madrid jika ingin melaju ke babak 16 besar Liga Champions musim ini.
Absennya Gianluca Prestianni semakin mempersulit tugas Benfica yang harus mengejar ketertinggalan satu gol dari Los Blancos di leg pertama.