TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel), terus menunjukkan kekayaan sumber daya alam (SDA) yang melimpah.
Wilayah yang tergabung dalam perjuangan Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Luwu Raya ini memang dikenal kaya mineral logam dan bahan galian.
Faktor kekayaan alam tersebut menjadi salah satu dasar dorongan pembentukan DOB Luwu Raya.
Emas dapat ditemukan di Kecamatan Seko dan Rampi. Sementara bijih besi tersebar di Kecamatan Seko dan Rongkong.
Terbaru, potensi panas bumi (geothermal) di Luwu Utara mulai dilirik investor.
Geothermal merupakan sumber energi terbarukan yang berasal dari panas alami di dalam bumi.
Energi ini tersimpan dalam batuan dan fluida di bawah kerak bumi, bersifat ramah lingkungan, stabil, serta dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik.
PT Ormat Geothermal Indonesia bersiap melakukan eksplorasi panas bumi di Kecamatan Rongkong, Kabupaten Luwu Utara.
Berdasarkan studi awal tahun 2024, tahap awal proyek ini akan dilakukan melalui pengeboran tiga sumur eksplorasi.
Proyek tersebut diproyeksikan mampu menghasilkan energi hingga 30 megawatt dengan nilai investasi mencapai Rp1,5 triliun.
“Ada investasi geothermal di Luwu Utara dengan anggaran triliunan, makanya kita akan perbaiki akses ke Seko,” ujar Gubernur Sulsel Andi Sudirman saat ditemui Tribun-Timur.com di depan Aula Arafah, Asrama Haji Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Minggu (22/2/2026).
Secara geografis, Indonesia berada di jalur Cincin Api Pasifik yang menjadikan potensi panas bumi sangat besar.
Keunggulan energi geothermal adalah pasokannya stabil sepanjang tahun dan tidak bergantung pada kondisi cuaca.
Selain itu, emisi gas rumah kaca yang dihasilkan jauh lebih rendah dibanding pembangkit berbahan bakar fosil.
Luwu Raya Kaya Pertambangan
Wilayah Luwu Raya di Sulsel memang dikenal sebagai kawasan kaya sumber daya, khususnya sektor pertambangan.
Potensi tersebut telah dimanfaatkan, seperti tambang nikel di Kabupaten Luwu Timur yang dikelola PT Vale Indonesia, serta konsesi emas di Kabupaten Luwu oleh PT Masmindo Dwi Area.
Dalam realisasi investasi Sulsel tahun 2025, Luwu Timur dan Luwu masuk lima besar daerah dengan nilai investasi tertinggi.
Luwu Timur berada di peringkat kedua dengan nilai investasi Rp4,2 triliun atau 21,53 persen dari total investasi Sulsel.
“Konsentrasinya kalau di Luwu Timur itu di sektor pertambangan,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sulsel, Asrul Sani, Minggu (8/2/2026).
Sementara Kabupaten Luwu mencatat investasi Rp2,81 triliun atau 14,42 persen.
Jika digabungkan, dua daerah di Luwu Raya tersebut menyumbang sekitar Rp7 triliun.
Dengan hadirnya investasi geothermal di Luwu Utara, potensi sektor energi dan pertambangan di kawasan Luwu Raya semakin menguat dan mempertegas daya tarik wilayah ini bagi investor. (*)
Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, Faqih Imtiyaaz