TRIBUNMATARAMAN.COM - 5 Fakta Kekalahan Persebaya Surabaya dari Persijap Jepara, Kartu Merah Rachmat Irianto Disorot Bernardo Tavares
Persebaya kalah 1-3 dari Persijap Jepara pada pekan ke-22 Super League 2025/2026.
Kartu merah Rachmat Irianto usai review VAR menjadi titik balik laga dan mendapat sorotan dari Bernardo Tavares. Itu menjadi kartu merah ketujuh Persebaya musim ini.
Tavares menilai disiplin dan kontrol emosi harus diperbaiki, apalagi tim juga dihantam cedera dan jadwal padat jelang menghadapi PSM Makassar.
Berikut fakta-fakta kekalahan Persebaya Surabaya saat takluk 1-3 dari Persijap Jepara pada pekan ke-22 Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bumi Kartini, Sabtu (21/2/2026) malam.
Berikut rangkumannya yang diulas Tribunmataraman.com:
Baca juga: Viral Populer Persebaya Tavares Ngamuk Soroti Rahmat Irianto yang Kena Kartu Merah: Harus Jaga Emosi
1. Kartu Merah Rachmat Irianto Jadi Titik Balik
Wasit mengeluarkan kartu merah untuk Rachmat Irianto usai melakukan review VAR. Ia dinilai melakukan gerakan tambahan menggunakan tangan yang berujung pelanggaran serius.
Bermain dengan 10 orang membuat Persebaya semakin kesulitan mengimbangi permainan tuan rumah.
2. Kartu Merah Pertama di Era Tavares
Kartu merah tersebut menjadi yang pertama sejak Bernardo Tavares menangani Persebaya dalam enam pertandingan terakhir.
“Saya akan bicara pada para pemain saya. Kami perlu lebih baik dalam mengendalikan emosi,” tegas Tavares.
3. Total Sudah 7 Kartu Merah Musim Ini
Dengan kartu merah Rachmat Irianto, Persebaya kini telah mengoleksi tujuh kartu merah hingga pekan ke-22.
Sebelum Tavares datang, Bajul Ijo sudah lebih dulu mengantongi enam kartu merah musim ini.
“Sebelumnya tim ini sudah punya enam kartu merah. Jadi saat ini sudah tujuh. Terlalu banyak,” ujar pelatih asal Portugal tersebut.
4. Disiplin dan Emosi Jadi Sorotan
Tavares membandingkan dengan tim yang ia tangani musim lalu, yang hanya mendapat satu kartu merah sepanjang musim.
Menurutnya, pelanggaran yang berujung kartu merah tidak hanya merugikan pemain secara individu, tetapi juga berdampak besar pada performa tim secara keseluruhan.
Apalagi, Persebaya tengah dilanda badai cedera dan beberapa pemain tidak dalam kondisi 100 persen akibat demam.
“Banyak pemain cedera, beberapa tidak 100 persen. Tapi sekarang kami perlu bangkit,” katanya.
5. Jadwal Padat, Langsung Hadapi PSM Makassar
Persebaya tak punya waktu lama untuk berbenah. Tiga hari setelah kekalahan ini, mereka sudah ditunggu laga berat melawan PSM Makassar pada pekan ke-23.
Menariknya, kedua tim sama-sama dalam tren negatif. Persebaya kalah dari Bhayangkara FC sebelum tumbang dari Persijap, sementara PSM juga menelan dua kekalahan beruntun dari Dewa United dan Persija Jakarta.
Tavares memastikan akan menyiapkan rencana terbaik dan memilih pemain yang paling siap secara fisik.
Kekalahan dari Persijap menjadi alarm keras bagi Persebaya. Rentetan kartu merah, badai cedera, dan jadwal padat menjadi ujian berat bagi Bajul Ijo.
Laga kontra PSM Makassar akan menjadi momentum penting untuk bangkit sekaligus memperbaiki posisi di klasemen Super League 2025/2026.
(tribunmataraman.com)