Kasus Dugaan Pencurian di SMP Negeri Naiola, Polisi Dalami Identitas Terduga Pelaku 
Apolonia Matilde February 24, 2026 06:19 AM

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon 


POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Kapolres Timor Tengah Utara (TTU), AKBP Eliana Papote melalui Kasubsi PIDM Humas Polres TTU, Aipda Akmal menyebut pihaknya sudah melakukan pemeriksaan kepada semua guru dan kepala SMP Negeri Naiola.

Pemeriksaan tersebut terkait dugaan pencurian sebanyak empat unit laptop dan satu unit proyektor yang terjadi di sekolah itu pada Rabu, 20 Agustus 2025 lalu.

Pemeriksaan kepada para saksi ini bertujuan untuk mengungkap dugaan pencurian ini secara terang benderang.

"Semua saksi dalam hal ini guru-guru sudah diperiksa semua, ujarnya, Senin, 23 Februari 2026.

Saat ini, kata Aipda Akmal, kasus ini sedang dalam proses penyelidikan. Sejumlah informasi masih didalami oleh pihak kepolisian.

Kendati demikian, lanjutnya, dalam proses pengusutan laporan tersebut, tidak ada keterangan saksi yang mengarah kepada identitas terduga pelaku.

Hingga saat ini, pihak kepolisian Polres TTU masih terus melakukan pendalaman terhadap identitas terduga. Pasalnya, tidak ada saksi yang melihat langsung kejadian ini.

"Atau dengan kata lain tidak ada saksi petunjuk yang mengarah kepada terduga pelaku," ungkapnya.

Raibnya laptop dan proyektor tersebut menyebabkan pihak SMP Negeri Naiola mengalami kerugian fantastis. Jumlah kerugian diperkirakan mencapai Rp 30.000.0000.

Insiden kehilangan tersebut sempat menghebohkan para murid dan guru-guru serta pegawai di sekolah itu. Mereka berbondong-bondong ke depan ruangan itu untuk memastikan informasi yang diterima.

Sejumlah masyarakat di sekitar lokasi sekolah ini juga turut prihatin dengan aksi pencurian yang menyasar sekolah tersebut.

Saat dikonfirmasi, Kamis, 21 Agustus 2025, Kapolres TTU, AKBP Eliana Papote, melalui Kasubsi PIDM Polres TTU, Ipda Markus Wilco Mitang membenarkan adanya informasi tersebut.

Menurutnya, insiden kehilangan ini pertama kali diketahui oleh Januarius Fransiskus Nabunome. Yang bersangkutan merupakan petugas keamanan atau satpam di sekolah tersebut.

Dikatakan Wilco, ketika mendatangi sekolah tersebut pada pagi hari, Januarius Fransiskus menemukan ruang tata usaha dan ruang kepala sekolah sedang dalam kondisi terbuka. 

Dihantui rasa oleh rasa takut dan curiga, lanjutnya, Januarius kemudian melaporkan temuannya tersebut kepada pihak sekolah. 

Bersama Vinsensius Tlaan, mereka kemudian melakukan pengecekan menyeluruh terhadap inventaris sekolah di dalam ruangan itu. Setelah dilakukan pengecekan ternyata dipastikan 4 unit laptop dan 1 unit proyektor telah raib dari TKP.

Setelah memastikan kondisi raibnya sejumlah fasilitas tersebut, Vinsensius Tlaan kemudian mendatangi SPKT Polres TTU untuk melaporkan insiden tersebut.

Laporan tersebut dilayangkan pada, Kamis, 21 Agustus 2025 sekira pukul 11. 43 WITA. Usai laporan tersebut diterima pihak kepolisian langsung melakukan pengambilan keterangan terhadap yang bersangkutan.

Wilco menjelaskan bahwa, pihak Satreskrim Polres TTU sedang melakukan penyelidikan terhadap laporan dugaan kehilangan sejumlah fasilitas milik SMP Negeri Naiola ini.

Ia meminta masyarakat dan pihak sekolah untuk mempercayakan penanganan laporan dugaan kehilangan fasilitas sekolah ini ke Polres TTU. (bbr)

 

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.