Mantan Istri Bongkar Borok Anwar Satibi: Ayah Korban yang Disiksa Ibu Tiri di Sukabumi Sering KDRT
Eri Ariyanto February 24, 2026 04:44 AM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kasus dugaan kekerasan terhadap anak di Sukabumi kembali memanas setelah Lisnawati Ibu kandung NS (13) anak yang meninggal dunia buka suara.

Lisnawati membongkar sisi gelap Anwar Satibi, ayah korban yang selama ini luput dari sorotan publik.

Lisnawati menyebut Anwar Satibi kerap melakukan KDRT, membuka babak baru dalam pengusutan kasus yang sebelumnya hanya menyorot ibu tiri korban.

Baca juga: Menkeu Purbaya Akan Blacklist Alumni LPDP yang Sebut Tak Mau Anaknya Jadi WNI: Pasti Menyesal

Ibu kandung NS (13) anak yang tewas di Sukabumi mengungkap tabiat mantan suaminya yang sering melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) saat masih berumah tangga.

Wanita bernama Lisnawati itu mengaku sering mengalami KDRT bahkan saat korban masih dalam kandungan.

Hal itu juga yang membuat Lisnawati akhirnya memilih untuk bercerai dengan ayah NS, Anwar Satibi.

Selain itu, Lisnawati juga mengaku punya firasat sebelum kepergian anaknya.

"Firasatnya tiga hari sebelum, saya sering bilang ke suami 'yah kenapa ya bunda teh nyeuri wae dada teh (sakit dada) sing sereset (tidak nyaman)," kata Lisnawati dikutip dari Youtube TV One, Senin (23/2/2026).

Namun saat itu Lisnawati tidak menyangka akan terjadi sesuatu pada anaknya.

Ia justru mengaku khawatir dengan kondisi ibunya.

"Apa umi gitu yang sakit, kan yang sakit ibu saya, jadi pikiran ke ibu terus," ucapnya.

Lisnawati juga mengatakan kalau saat itu dadanya terasa sangat sakit seperti ditusuk.

"Sakitnya itu sakit sekali, seperti ditusuk, sering bilang sama suami. Feeling saya ibu kandung, soalnya ibu yang sedang sakit," tandasnya.

Ia pun syok saat dikabari oleh Anwar Satibi kalau anaknya sedang sakit.

Saat itu Lisnawati sempat menanyakan kenapa mata anaknya memar dan tidak dibawa ke rumah sakit.

Namun Anwar saat itu beralasan kalau dirinya sibuk.

"Dia cuma bilang sibuk, gitu doang," katanya.

PENGANIAYAAN VIRAL SUKABUMI - Disiksa sejak SD oleh ibu tiri, bocah di Sukabumi akhirnya meninggal, fakta pilu kekerasan terungkap.
PENGANIAYAAN VIRAL SUKABUMI - Disiksa sejak SD oleh ibu tiri, bocah di Sukabumi akhirnya meninggal, fakta pilu kekerasan terungkap. (Instagram/TribunBogor)

Menurut Lisna, sejak NS usia 7 tahun dan dipindahkan ke pesantren, dirinya tidak pernah bertemu lagi dengan sang anak.

Bahkan Anwar mengatakan pada NS kalau ibu kandungnya itu sudah meninggal dunia.

"Ayahnya bilang gitu, 'si bunda mah udah meninggal'. 'Bunda mah jangan mau telepon sama si Raja, karena bunda mah ke si Raja sudah dibilangin kalau bunda udah meninggal di luar negeri'," kata Lisnawati menirukan ucapan Anwar Satibi.

Hal itu kata Lisnawati, disampaikan oleh Anwar agar ia tidak berkomunikasi dengan anaknya.

Lisnawati pun kini mencari keadilan untuk putranya yang sudah meninggal dunia.

Ia menyoroti pengakuan sang anak sebelum meninggal dunia yang menyebut kalau sempat dianiaya ibu tiri.

Pihaknya juga menduga ada pembiaran yang dilakukan sang ayah saat NS dalam kondisi sakit parah.

Sebab meski NS sudah lemah tak berdaya, Anwar nyatanya tidak buru-buru membawa sang anak ke rumah sakit.

Lisnawati juga mengungkap kalau dirinya sedang mendapat KDRT dari mantan suaminya.

Bahkan Lisna mengalami KDRT saat masih hamil NS.

"Dulu waktu pas dari kandungan, pas hamil Nizam sering di-KDRT juga, bahkan waktu pas melahirkan juga KDRT," katanya.

Hal itu bahkan sampai membuat Lisnawati tak sanggup dan memilih bercerai.

"Bahkan sampai rambut saya juga dipotong sama golok. Saking pengen membunuh saya kayaknya," ucap Lisna lagi.

Sementara itu, Anwar Satibi membuat klarifikasi soal permintaan donasi di Facebooknya beberapa waktu lalu.

Ia menegaskan kalau permintaan donasi itu hanya ditujukan kepada teman-temannya saja.

"Itu saya tidak diniatkan buka donasi kepada netizen semua, itu dikarenakan ada teman-teman saya Facebook-nya masih berteman, tapi WA-nya sudah ilang," ucapnya.

Namun ia tak membantah kalau dirinya memang meminta bantuan teman-temannya.

"Itu saya kemarin dibuat khusus untuk teman-teman saya, bukan keseluruhan netizen. Itu juga langsung saya hapus," kata dia.


(TribunNewsmaker.com/TribunnewsBogor.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.