BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap dijalankan Badan Gizi Nasional (BGN) kendati saat ini bulan puasa Ramadan.
Demikian pula di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, termasuk di SDN Cindai Alus 1, Senin (23/2/2026).
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mengirim paket untuk 518 murid kelas satu hingga kelas enam. Masing-masing murid mendapat jatah tiga hari sekaligus. Pengiriman MBG dijadwalkan dua kali sepekan.
Dari pantauan, setiap murid mendapatkan tiga telur, tiga susu kotak, tiga roti kering serta kurma. Jatah tersebut dimasukkan satu wadah.
Sehubungan libur sekolah, Kalisah Putri, murid kelas 1, mengambilnya bersama sang ibu, Sri Yuliani, warga Kompleks Perumahan Seribu Cindai Alus.
“Penyaluran MBG Ramadan ini bagus saja. Banyak membantu untuk tambahan gizi anak, jadi tidak lagi repot menyiapkan makanan,” ujar Sri.
Baca juga: Menu MBG Saat Ramadan di SMAN 2 Banjarbaru, Telur, Roti, Jeruk dan Susu Dibungkus Plastik
Sedang Angga Tenggawira, murid kelas 4C, mengambil MBG sendiri karena orangtuanya bekerja. Dia mengaku makanan tersebut untuk berbuka puasa.
Kepala Sekolah, Norjihati, menjelaskan distribusi dilakukan setiap Senin dan Kamis dengan waktu pengantaran sekitar pukul 08.00 Wita.
“Pengambilan oleh murid kami batasi mulai pukul 08.30 sampai 10.00 Wita. Ada juga penanggung jawab yang sudah mendapat penjelasan teknis dari pihak MBG,” katanya.
Ketua SPPG Tungkaran, Muhammad Rody, membenarkan pihaknya tetap menyuplai MBG ke sejumlah lembaga pendidikan selama Ramadan.
Di antaranya PAUD Sungkar Perdana, PAUD Inayah, SDN Cindai Alus 2, KB Aisyah, TKN Tunas Pratama, RA Muslimat NU Pasayangan, SDN Cindai Alus 1, MTs Puteri Al Amin, MA Puteri Al Amin, TK Al Amin Martapura, SDN Pasayangan 1, hingga SDN Tungkaran.
Menurutnya, untuk sekolah yang libur, distribusi dilakukan dua kali seminggu dengan menggabungkan jatah tiga hari dalam satu kali pengiriman. Sedangkan sekolah yang masuk, pembagian dilakukan setiap hari seperti biasa. “Menu selama Ramadan dipastikan berupa makanan kering,” jelas Rody.
Pembagian MBG juga dilakukan di Kota Banjarbaru, Senin. Di ibu kota Kalimantan Selatan ini, sekolah tidak libur. Ini seperti di SMAN 2, yang tengah melaksanakan program Sekolah Ramadan.
Jika biasanya MBG berbentuk makanan basah berupa nasi dan lauk, kali ini berupa makanan kering. MBG yang dibagikan berupa satu potong roti, susu kemasan, satu telor ayam dan satu buah jeruk.
Seorang siswa, Dafa, mengaku senang mendapat MBG. “Kalau saya biasa buka tidak langsung makan berat. Makanan ringan dulu. Jadi pas lah untuk buka,” ujar siswa kelas 11 ini.
Penyalurannya dari SPPG ke sekolah juga dipercepat. Bila pada hari biasa disalurkan saat jam makan siang, pada Ramadan dilakukan lebih awal.
Baca juga: Klarifikasi Soal Isu Penolakan MBG oleh Ponpes Darussalam, Kemenag Banjar Ungkap Fakta Sesungguhnya
Koordinator MBG SMAN 2 Banjarbaru, Wahyuddin, mengatakan selama Ramadan seluruh siswa yang berjumlah 1.174 anak dari 30 kelas tetap mendapatkan MBG.
“Jadi untuk Ramadan ini, kami masuk dari tanggal 23 Februari sampai 17 Maret. Jadi MBG berjalan dari hari ini sampai 17 Maret,” ujarnya
Untuk MBG hari pertama Ramadan ini, siswa mendapatkan bonus paket Sabtu. “Jadi untuk Senin ini dapat bonus. Karena Sabtu lalu kami tidak masuk. Sedangkan MBG terhitung dari Senin sampai Sabtu. Jadi untuk jatah Sabtunya dilemparkan ke Senin,” ujarnya. (lis/riz)