TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyelenggaraan pameran kendaraan niaga Gaikindo Indonesia Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC) akan pindah lokasi dari semula di JCC Senayan di 2024, tahun ini pindah ke venue baru di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Event ini akan menempati area pamer seluas 16.000 meter persegi di Hall B dan C selama empat hari pada 8-11 Februari 2026.
"Pameran Giicomvec tahun ini akan menempati venue baru dan akan menampilkan truk dan bus, teknologi baru, industri karoseri dan industri pendukungnya," ungkap Sri Vista Limbong, Project Director Giicomvec dalam konferensi pers di Jakarta, Senin petang, 23 Februari 2026.
Sri Vista mengatakan, event ini menargetkan 11.000 pengunjung yang terdiri dari para buyer dan pebisnis serta mengundang 18 sektor industri.
Pihaknya tidak memasang target volume dan nilai transaksi mengingat ini merupakan event pameran B2B (business to business) di mana transaksi bisnis seperti pembelian kendaraan tidak selalu bisa seketika dilakukan diantara peserta pameran dan pengunjung.
"Kita juga mengundang 18 sektor industri dan target kita bukan di volume tapi jumlah kedatangan buyersnya ke pameran ini yang selanjutnya melakukan transaksi bisnisnya," ungkapnya.
Ke-18 sektor industri yang diundang hadir di pameran ini adalah industri transportasi, logistik, ritel dan supermarket, konstruksi dan engineering, diler, hospitality, perusahaan otobus, industri telekomunikasi dan IT, consumer goods, pertanian dan peternakan, manufaktur, energi dan migas, pemerintahan, kertas dan karet, jasa keuangan, industri kimia, serta industri kesehatan dan kecantikan serta sejumlah asosiasi.
"Untuk exhibitor karoseri selain bus ada ada beberapa lagi yang sedang progres, pesertanya tidak hanya dari bus tapi juga industri kasoseri kecil seperti pembuatan boks truk," sebutnya.
Baca juga: IMI: Agrinas Seharusnya Pesan ke Produsen Mobnas Ketimbang Impor Kendaraan dari India
Ketua Umum Gaikindo Putu Juli Ardika menambahkan, pameran GIICOMVEC 2026 melibatkan sejumlah asosiasi dunia usaha seperti Askarindo, Aptrindo, ARPI, ISCEA, Kamselindo dan Asperindo yang akan memboyong para anggotanya menghadiri pameran ini.
"Di tengah industri otomotif yang menantang kita bersyukur industri otomotif mencatatkan volume ekspor tertinggi sebanyak 518.212 unit kendaraan ke 93 negara tujuan di 2025," ungkap Putu.
Dia mengatakan, sebanyak 20.326 unit kendaraan yang diekspor tersebut dikontribusi oleh segmen kendaraan niaga. "Ini membuktikan bahwa industri kendaraan niaga Indonesia diakui dunia internasional," kata Putu.
Dia mengatakan, kapasitas produksi industri otomotif Indonesia 2.59 juta unit per tahun. Gaikindo optimistis bisa memaksimalkan kapasitas produksi ini untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal dan ekspor.
Baca juga: Kadin Dukung Sufmi Dasco, Minta Pemerintah Tunda Impor 105.000 Mobil India
"Di 2025 volume produksi industri otomotif nasional mencapai 1,2 juta unit untuk pasar lokal dan ekspor dan GIICOMVEC diharapkan jadi jembatan strategis pertemukan produsen dan calon pembeli di dalam dan luar negeri."
"Melalui jaringan pasar yang tercipta di pameran ini, akses pasar ekspor diharapkan meningkat untuk mendukung perekonomian nasional," ungkap Putu Juli Ardika.
Anton Kumonty, Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi GAIKINDO menjelaskan
GIICOMVEC 2026 akan menghadirkan merek-merek ternama di Indonesia dari industri kendaraan komersial dan industri pendukungnya, termasuk juga beberapa merek baru yang akan unjuk inovasi.
Di antaranya, Daihatsu, DFSK, Foton, Hino, Isuzu, JAC Motor, Mitsubishi Fuso, Suzuki, Toyota, dan Wuling telah memastikan partisipasinya. Produsen ban Sailun bertindak sebagai sponsor utama dan sponsor pendukung Pertamina Lubricants.
Melengkapi penyelenggaraan tahun ini, GIICOMVEC 2026 juga akan menghadirkan area khusus China Pavilion yang menampilkan beragam inovasi terbaru dari para peserta pameran asal Tiongkok.