Duka Ayah Remaja Nganjuk yang Dibunuh di Malang : Biasanya Kami Berkumpul Bersama
Titis Jati Permata February 24, 2026 09:32 AM

 

SURYA.co.id, NGANJUK – Suasana haru menyelimuti TPU Dusun Satak, Desa Ngepung, saat Santoso (49) mendatangi pusara putrinya HMZ (17), yang ditemukan meninggal dunia di aliran Sungai Jilu, Desa Sukopuro, Kecamatan Jabung, Malang.

Dengan langkah gontai, ia berhenti di makam penuh bunga, lalu duduk menunduk mengenang kepergian sang buah hati.

Jenazah HMZ dikebumikan, Minggu (22/2/2026) pukul 07.00 WIB. 

Duka Keluarga di Nganjuk

Santoso mengaku terguncang usai kehilangan putrinya yang meninggal secara tragis, dan ditemukan mengenaskan 

"Saya dan keluarga terpukul atas kejadian ini. Apa yang dilakukan pelaku begitu sadis terhadap anak saya," katanya kepada SURYA.co.id, Senin (23/2/2026). 

Suasana rumah, lanjut Santoso kini menjadi kelabu. Rasa duka terus menyelimuti. 

Suara riang HMZ tak lagi bisa terdengar. HMZ telah pergi jauh meninggalkan Santoso, istrinya, Damini (40) dan sang adik yang masih berumur 8 tahun. 

"Kami begitu kehilangan. Biasanya kami bisa berkumpul bersama," ungkapnya. 

Kronologi Penemuan Jasad HMZ

Seorang pencari kayu, Sukari menemukan sosok jasad perempuan di aliran Sungai Jilu Desa Sukopuro, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, Selasa (17/2/2026) silam. 

Jasad korban yang ditemukan dalam kondisi tanpa busana, tangan terikat dan mulut tersumpal kain.

Baca juga: BREAKING NEWS : Identitas Jasad Perempuan 17 Tahun di Sungai Jabung Malang, Bareskrim Turun Tangan

Jasad itu diketahui seorang perempuan berinisial HMZ warga Dusun Satak, Desa Ngepung, Kecamatan Patianrowo, Kabupaten Nganjuk. Usianya masih belia, 17 tahun.

HMZ diduga jadi korban pembunuhan. 

Berselang waktu, polisi mengamankan pelaku, YD Sabtu (21/2/2025).

Kala itu, YD sedang bersembunyi di rumah kosnya yang ada di wilayah Kota Malang. 

Pemeriksaan terhadap YD masih terus dilakukan guna mengungkap motif, peran, dan rangkaian peristiwa tragis ini. 

Keluarga Duga Pembunuhan Telah Direncanakan

Pihak kelurga menduga pembunuhan HMZ telah direncanakan oleh YD. 

Dugaan tersebut didasarkan pada sikap HMZ yang tak mau diantar pulang tatkala motornya rusak. Padahal HMZ dikenal anak yang penurut. 

Motor HMZ bermasalah saat dia berada di Malang. 

Baca juga: Pelaku Pembunuhan Perempuan 17 Tahun di Malang Sudah Ditangkap, Inisial YD

Dia kukuh pulang sendiri bareng seorang pria yang ditengarai YD. 

Kemungkinan, YD melarang HMZ untuk pulang diantar saudara yang berdomisili di Malang. 

"Pembunuhan ini diduga sudah direncanakan pelaku," kata paman korban, Wahyu Sayuti, kepada SURYA.co.id, Senin (23/2/2026). 

Selain itu, motif di balik pembunuhan ini disinyalir keluarga karena pelaku ingin menguasai harta HMZ. 

Sebab, sampai kini, ponsel korban belum ditemukan. Motor korban juga raib. 

Dihukum Setimpal

Ayah korban, Santoso mengatakan pihak keluarga mempercayakan proses penanganan kasus pembunuhan ini kepada para penegak hukum. 

Nantinya, dia berharap pelaku bisa dihukum berat. 

"Harapannya tersangka dihukum seberat-beratnya. Kalau bisa selamanya dihukum," katanya, kepada SURYA.co.id, Senin (23/2/2026). 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.