TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Arus lalu lintas di Jalan Gatot Subroto Purwokerto, tepatnya di depan Masjid Jenderal Besar Soedirman sampai SMAN 2 Purwokerto, Kabupaten Banyumas, mendadak padat, Senin (23/2/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.
Puluhan warga terlihat memadati lapak-lapak pedagang kaki lima (PKL) yang berderet.
Rupanya, mereka sedang mencari takjil untuk camilan berbuka puasa.
Di kawasan sepanjang sekira 200 meter itu, berjejer puluhan PKL sejak pukul 15.00 sampai 18.00 WIB.
Mereka menawarkan beragam makanan mulai dari aneka kolak, es, roti, gorengan, dan siomay, lauk, juga nasi bakar.
Lokasi tersebut menjadi salah satu spot favorit berburu takjil warga Purwokerto.
Baca juga: Rekomendasi Pusat Jajanan Takjil di Purwokerto, Ada Pasar Ramadan UMP
Selain dekat masjid dan sekolah, adanya tempat bimbingan belajar menjadikan kawasan ini ramai saat sore hari.
Wisnu (19), satu di antara pemburu takjil, mengaku mampir membeli jajanan untuk berbuka puasa bersama teman-temannya.
Mereka dalam perjalanan pulang dari tempat kerja yang melewati Jalan Gatot Subroto.
"Ini barusan beli pentol, corndog, dan es kuwut."
"Di sini, pilihan jajanannya lengkap," katanya kepada Tribunbanyumas.com.
Wisnu mengatakan, dia tertarik karena lokasi tersebut ramai pedagang dan pembeli.
Biasanya, jika ramai pembeli, jajanan yang ditawarkan enak.
"Jadi sangat menarik untuk dicicipi," ungkapnya.
Seorang pedagang, Agus (49) mengatakan, kawasan Jalan Gatot Subroto sekitar area Masjid Jenderal Besar Soedirman hingga SMAN 2, memang dipenuhi PKL setiap bulan Ramadan.
Jumlahnya lebih dari 50 PKL.
Mereka tak hanya PKL yang memang asli mangkal di sekitar masjid, tetapi juga PKL yang datang dari sekitar gereja, alun-alun, bahkan ada yang dari Menara Teratai.
"Ramai memang, kami boleh jualan di jalan ini saat puasa, selain bulan puasa tidak boleh," katanya.
Baca juga: Tak Ada Retribusi, PKL Jalan Bung Karno Purwokerto Setor Iuran ke Paguyuban. Tembus Rp1 M Per Tahun
Agus mengatakan, dia sendiri berjualan es pisang ijo seharga Rp7.000 per porsi.
Sehari-hari, dia memang berjualan di sekitar masjid tersebut.
Dia bersyukur, penjualan es pisang ijonya meningkat selama bulan Ramadan 2026.
"Meningkat dua sampai tiga kali lipat."
"Hari biasa, paling habis 30-40 gelas, bulan puasa sampai 80-90 gelas, bahkan 100 gelas."
"Benar-benar berkah bulan Ramadan," ungkapnya. (*)