Potensi Hujan Tinggi, Namun Hotspot di Pelalawan Bertambah: BPBD Jelaskan Kondisi Karhutla Terkini
Firmauli Sihaloho February 24, 2026 01:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Hotspot kembali terdeteksi di Kabupaten Pelalawan pada Selasa (24/2/2026). Padahal potensi hujan masih cukup tinggi tiga hari terakhir ini. 

Bahkan titik panas bertambah satu dari sehari sebelumnya, menjadi empat titik.  

Tiga diantaranya di Kecamatan Pangkalan Kerinci dan satu lagi di Kecamatan Pelalawan. 

Tingkat confidence hotspot antara 30 sampai 79 persen atau kategori sedang. 

"Alhamdulillah titik api masih nihil sampai hari ini. Memang ada 4 hotspot, tapi hanya titik panas saja, tak berpotensi jadi titik api," beber Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Zulfan M.Si kepada tribunpekanbaru.com, Selasa (24/2/2026).

Ia menyebutkan, hotspot yang mucul kemungkinan besar dari cerobong asap milik pabrik perusahaan maupun aktivitas industri lainnya di Pangkalan Kerinci dan Pelalawan.

Termasuk warga yang melakukan pembakaran sampah juga akan terpantau sebagai titik api. 

Baca juga: Kisah Perempuan Tangguh Penjaga Iklim di Air Jamban: Saat Lahan Gersang Berubah Menjadi Ladang Cuan

Baca juga: Polda Riau Cek Urine Mendadak, Hasilnya Lebih dari Satu Polisi Positif Narkoba

Di sisi lain, peluang hujan masih cukup tinggi sejak Minggu (22/2/2026) lalu hingga Senin (23/2/2026).

Hujan dengan intensitas sedang dan ringan turun secara merata di Pelalawan.

Termasuk hari ini, peluang hujan diperkirakan mulai sore dan malam serta subuh nanti di Pelalawan. 

"Dua hari ini hujan alami, bukan hasil OMC. Jadi masih ada potensinya, bisa mengembangkan hotspot yang muncul" tutur Zulfan.

Dikatakannya, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah dihentikan sejak pekan lalu, setelah Karhutla di wilayah Riau, termasuk Pelalawan, padam total atas bantuan hujan hasil OMC.

BPBD Pelalawan akan mengintenfiskan patroli dan sosialisasi kepasa masyarakat, terkait bahaya membuka lahan dengan cara dibakar.

Sebab bisa menimbulkan Karhutla yang besar dan meluas hingga sulit dipadamkan. 

"Kasihan juga anggota tim kalau turun pemadaman saat puasa seperti ini. Mudah-mudahan titik api aman selama ramadhan ini," tandasnya. (Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.