SURYA.co.id, SURABAYA - Pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura Surokim Abdussalam masih sulit memprediksi siapa yang paling berpotensi kuat mengisi ketua DPRD Surabaya sepeninggalan Adi Sutarwijono.
Meski saat ini sejumlah nama kader PDIP yang duduk di anggota DPRD sudah santer dikaitkan dengan posisi tersebut. Namun Surokim masih belum bisa menerka pasti.
Sejumlah nama yang dikaitkan pengganti mendiang Adi Sutarwijono mulai mengemuka.
Di antaranya Kader senior Baktiono dan Syaifuddin Zuhri, hingga kader muda Eri Irawan.
"Susah diprediksi," kata Surokim saat merespons sejumlah nama dan kandidat pengganti Adi kepada SURYA.co.id, Selasa (24/2/2026).
Ketua DPC PDIP Surabaya Armuji menyatakan sudah memproses pengusulan pengganti Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono yang meninggal dunia.
Armuji menyebut semua anggota DPRD dari PDIP berkesempatan yang sama.
Baca juga: Nama-nama Ini Berpeluang Duduki Jabatan Sebagai Ketua DPRD Surabaya
"Kami akan ajukan 11 anggota DPRD dari PDIP semua. Siapa yang berhak menduduki Ketua DPRD meneruskan Pak Adi, semua otoritas DPP PDIP," kata Armuji.
PDIP memang berhak atas posisi ketua DPRD karana peraih suara terbanyak Pemilu Legislatif di Surabaya. Partai ini meraih 11 kursi dari total 50 kursi di DPRD Surabaya.
Pengamat politik Surokim memiliki analisis tersendiri atas proses pergantian ketua DPRD Surabaya.
Partai Banteng Moncong Putih dinilai partai yang sangat matang dengan memegang teguh aturan partai.
Dengan begitu, partai pimpinan Megawati Soekarnoputri ini terus solid.
Karena ketua DPRD adalah jabatan yang tidak hanya harus bisa menjaga kesolidan internal PDIP di DPRD. Juga harus bisa berkerja sama dengan Pemkot atau wali kota.
"Modal yang harus dimiliki seorang kandidat ketua DPRD dari PDIP itu ya memang harus plus untuk Kota Surabaya," kata Surokim.
Setidaknya kandidat ketua itu selain kader yang sudah malang melintang dan matang di dewan, juga punya kapasitas dan pengalaman.
Selain itu, pria kelahiran Lamongan itu juga menambahkan sang kandidat harus mempunyai daya edar relasi yang kuat.
"Peluang kader-kader senior di DPC sejauh ini menurut saya cukup besar untuk diusulkan. Namun, semua tentu akan kembali ke DPP yang punya kuasa akhir," ungkapnya.
Kader senior yang mempunyai kapasitas dan sudah berpengalaman di parlemen atau DPRD akan menjadi modal besar. Apalagi kader itu bisa diterima banyak kalangan dan bisa bekerja sama dengan Pemkot.