Viral Peringatan Dini Bencana Hidrometeorologi di Kutai Kartanegara, Warga Diminta Waspada
Heriani AM February 24, 2026 02:08 PM

 

TRIBUNKALTIM.CO - Viral informasi peringatan dini bencana hidrometeorologi di Kabupaten Kutai Kartanegara tengah ramai diperbincangkan di media sosial.

Unggahan akun Instagram @info_kukar menyampaikan imbauan resmi dari Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara terkait potensi peningkatan cuaca ekstrem selama periode Januari hingga Maret 2026.

Dalam imbauan tersebut, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, dan genangan air yang dapat mengganggu keselamatan serta aktivitas sehari-hari.

Baca juga: Viral! Keseruan Tabuh Beduk Sahur di Samarinda saat Bulan Ramadan 2026

Potensi Cuaca Ekstrem di Kutai Kartanegara

Berdasarkan informasi dan peringatan dini dari BPBD Provinsi Kalimantan Timur, wilayah Kutai Kartanegara berpotensi mengalami peningkatan curah hujan, angin kencang, dan cuaca ekstrem dalam beberapa bulan ke depan.

Kondisi tersebut dapat memicu berbagai bencana, khususnya di wilayah rawan seperti daerah aliran sungai, kawasan perbukitan, dan permukiman padat penduduk.

Apa Itu Bencana Hidrometeorologi?

Bencana hidrometeorologi adalah bencana alam yang dipicu oleh faktor cuaca dan iklim, terutama yang berkaitan dengan air (hidro) dan kondisi atmosfer (meteorologi).

Jenis bencana ini umumnya terjadi akibat curah hujan tinggi, angin kencang, atau perubahan cuaca ekstrem. Contohnya meliputi:

  • Banjir, akibat hujan deras dan meluapnya sungai
  • Tanah longsor, dipicu oleh tanah yang jenuh air
  • Pohon tumbang, karena angin kencang
  • Genangan air, terutama di wilayah dengan drainase buruk
  • Bencana hidrometeorologi menjadi jenis bencana yang paling sering terjadi di Indonesia karena pengaruh iklim tropis dan musim hujan.
  • Baca juga: Polisi Tanggapi Video Viral Langgar Lalu-lintas Balikpapan, Bergerak Cepat untuk Menindak

Imbauan untuk Aparat Wilayah dan Masyarakat

Dalam pengumuman tersebut, Pemkab Kutai Kartanegara mengimbau seluruh camat, lurah, dan kepala desa untuk:

  • Meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan di wilayah rawan bencana
  • Mengintensifkan koordinasi dengan perangkat desa, relawan, dan unsur terkait
  • Melakukan pemantauan rutin di daerah rawan banjir dan longsor
  • Menyebarluaskan informasi peringatan dini kepada masyarakat
  • Menyiapkan sumber daya dan sarana prasarana penanggulangan bencana
  • Melaporkan secara cepat dan berjenjang jika terjadi kondisi darurat
  • Langkah pencegahan dan mitigasi sejak dini dinilai penting untuk meminimalkan risiko serta dampak bencana, sekaligus menjamin keselamatan masyarakat. (*)
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.