Tips Ramadan: Cara Mudah Bangunkan Anak Sahur Tanpa Rewel
Cak Sur February 24, 2026 02:32 PM

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Membangunkan anak untuk makan sahur sering kali menjadi tantangan besar bagi orang tua selama bulan Ramadan, karena munculnya fenomena "Gerakan Tutup Mulut dan Mata" (GTMM).

Dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Elmi Tri Yuliandari, menegaskan bahwa kunci utama agar anak tidak rewel saat sahur terletak pada pola tidur dan dukungan positif.

Atur Pola Tidur dan Waktu Bangun

Menurut Elmi, penyebab utama anak sulit dibangunkan adalah waktu istirahat yang kurang akibat tidur terlalu larut malam.

“Jangan sampai si kecil tidur terlalu larut malam. Hal ini akan membuat anak susah bangun ketika waktunya makan sahur,” ujarnya, Selasa (24/2/2025).

Ia menyarankan orang tua untuk memastikan anak mendapatkan waktu istirahat yang cukup, baik tidur malam maupun tidur siang.

“Orang tua juga sebaiknya membangunkan anak setidaknya 30 menit sebelum imsak agar anak lebih siap dan tidak terburu-buru,” tambahnya.

Strategi Efektif Atasi Anak Susah Sahur

Berikut adalah beberapa langkah praktis yang bisa dilakukan orang tua untuk menciptakan suasana sahur yang kondusif bagi si kecil:

  • Memastikan anak mendapatkan tidur malam yang cukup dan istirahat di siang hari.
  • Memberikan pemahaman sederhana mengenai manfaat sahur sebagai sumber energi beraktivitas.
  • Melibatkan anak dalam menentukan menu sahur favorit yang bergizi.
  • Menciptakan suasana kebersamaan dengan makan sahur bersama seluruh anggota keluarga.
  • Memberikan pujian dan apresiasi saat anak berhasil bangun dan makan sahur.

Pentingnya Komunikasi dan Motivasi

Selain pola tidur, Elmi menekankan pentingnya memberikan pemahaman kepada anak tentang makna sahur dengan bahasa yang mudah dimengerti.

“Sampaikan bahwa sahur membantu mereka tetap kuat dan bersemangat saat beraktivitas di pagi hingga siang hari,” jelasnya.

Ia juga menyarankan orang tua untuk menjalin komunikasi dua arah sebelum anak tidur, khususnya terkait pilihan makanan.

“Komunikasikan sebelum tidur, tanyakan menu apa yang diinginkan. Hal ini bisa membuat anak lebih semangat saat dibangunkan,” kata Elmi.

Terakhir, dukungan emosional berupa apresiasi dinilai mampu meningkatkan kepercayaan diri anak dalam menjalankan ibadah puasa.

“Anak yang mendapatkan dukungan dan apresiasi dari orang tuanya akan merasa lebih percaya diri dan semangat menjalankan ibadah puasa,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.