Ternyata Tyas Pernah Viralkan Buruk Usaha Kakak Kelas, Kini Dapat Balasan 100 Kali Lipat: Akhirnya!
Vivi Febrianti February 24, 2026 03:07 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Sebelum viral di media sosial karena ucapannya sendiri, Dwi Sasetyaningtyas ternyata pernah memviralkan buruk usaha kakak kelasnya.

Bak karma, kini Tyas dan suaminya, Arya Pamungkas Iwantoro mendapat balasan 100 kali lipat.

Bukan hanya viral satu Indonesia, Tyas dan suaminya bahkan di-blacklist oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Tak disangka, apa yang dialami Tyas saat ini justru dianggap sebagai keadilan oleh beberapa orang.

Mereka adalah orang-orang yang mengaku trauma dengan perilaku Tyas selama ini.

Tyas disebut merupakan sosok yang sombong, mudah mengamuk, dan memaki orang untuk alasan yang sepele.

Bahkan Tyas juga pernah bercerita kalau dirinya harus ke psikolog karena dilarang makan sushi oleh ayahnya.

Menurut akun Thread @artbynega yang merupakan kakak kelasnya, ia melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana Tyas memperlakukan orangtuanya.

Akun itu mengaku kenal dengan Tyas saat suami istri menggunakan jasanya beberapa waktu lalu.

"mbak saset ini emang mudah ngamuk, mudah maki orang. merasa mrk lbh tinggi dr orang lain," tulisnya.

Bahkan ia yang merupakan kakak kelasnya pun, diperlakukan kasar hingga trauma oleh Tyas.

"Pdhl sy kakak kelas alumninya, mrk pake jasa sy secara kekeluargaan, trnyata sy yg trauma," tulis dia.

Ia melihat langsung Tyas tantrum ke orangtuanya secara meledak-ledak.

Bahkan usaha yang dibangunnya itu juga sampai diviralkan buruk oleh Tyas.

Kini ia tak menyangka kalau Tyas akhirnya menuai apa yang ia perbuat selama ini kepadanya.

"Sy menyaksikan sendiri mbak ini tantrum ke ortunya meledak2. ke vendor lain. dan mrk ngeviralkan buruk usaha sy, gak nyangka akhirnya ada keadilan yg 100x lbh viral buat keburukan mereka," tulisnya.

Akun @ayud.ya juga mengaku trauma dengan perlakuan Tyas beberapa waktu lalu.

Ia mengaku diteriaki oleh Tyas karena hal kecil yang masih bisa didiskusikan.

"Kaakk seriuss?! Dia pernah jadi klien temenku, temnku pernah di teriakin sm dia di telepon, dia tantrum cuma grgr ada hal yg ga sesuai sm yg dia mau pdhl itu minor dan masih bisa di bicarakan baik-baik, ku kira ke kami doang dia kayak gt. Ternyata oh ternyataa," tulisnya.

Baca juga: Riwayat Tyas Alumni LPDP yang Ogah Anak Jadi WNI, Merasa Berhak Dapat Beasiswa : Saya Bayar Pajak

Tak hanya itu, tetangga Tyas juga membenarkan perlakuan buruknya.

Ia bahkan menyarankan Tyas untuk segera mencari pertolongan ke ahli.

"Ybs tetanggaku di Limo Depok, relate dengan pengalaman kaka. Buah busuk ngga usah dicucuk emang, pada waktunya dia jatuh sendiri," tulis akun @julia4j.

Ia mengatakan kalau Tyas pernah menyidang tetangganya tengah malam untuk satu urusan.

"Cerita traumatik tetangga lain juga ada karena disidang Saset tengah malam.

Semoga ybs nyari pertolongan ya, supaya karakternya bisa bertumbuh ke arah yg konstruktif krn dia juga sedang mengasuh dan mendidik karakter 2 anaknya," tulisnya.

Bukan cuma itu, akun @nabhanchoiron juga menyebut kalau suami Tyas punya karakter yang sama.

"Iya saya bisa confirm benar. Beberapa Temen saya yg kebetulan seangkatan waktu di ITB bilang, mereka berdua sejak mahasiswa juga yg entitled, sok paling tinggi (entah tinggi badan, kasta sosial, yg pasti gak jelas) dan sering memandang rendah orang lain," tulisnya.

Pamer anaknya jadi WNA

Kegaduhan ini berawal saat Tyas mengucapkan kalimat yang dinilai telah merendahkan negara Indonesia.

Padahal Tyas dan suaminya bisa sekolah di luar negeri berkat beasiswa dari negara.

"Cukup saya saja yang WNI, anak-anak saya jangan," kata Tyas.

Baca juga: Nominal Beasiswa LPDP yang Dikembalikan Arya Suami Tyas karena Polemik WNA, Lebih dari Rp 2 Miliar

Ia pun sudah mengucapkan permohonan maaf atas ucapan tersebut.

"Dengan ini saya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh masyarakat yang merasa tersakiti, tersinggung, maupun tidak nyaman atas pernyataan tersebut,"

"Pernyataan tersebut lahir sepenuhnya dari rasa kecewa, lelah, dan frustasi pribadi saya sebagai Warga Negara Indonesia terhadap berbagai kondisi yang saya rasakan,"

"Namun, saya menyadari bahwa kekecewaan tersebut tidak seharusnya disampaikan dengan cara yang berpotensi melukai perasaan banyak orang, terlebih berkaitan dengan identitas kebangsaan yang kita junjung bersama,"

Tyas menulis permintaan maafnya di akun Instagram.

Namun begitu Menteri Keuangan Republik Indonesia Purbaya Yudhi Sadewa sudah terlanjur meminta agar Tyas dan Arya mengembalikan uang beasiswa.

"Tadi sudah bicara dengan dia ke Dirut LPDP, tadi sudah bicara dengan suami terkait dan sepertinya dia sudah setuju untuk mengembalikan uang yang pakai LPDP, termasuk bunganya. Kalau uang saya taruh di bank ada bunga juga kan," kata Purbaya.

Ia menerangkan bahwa sebenarnya dana LPDP itu berasal dari uang pajak dan utang negara.

Uang tersebut sengaja dialokasikan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Indonesia.

Karena itu, pemerintah tidak bisa membiarkan dana tersebut digunakan oleh pihak yang justru merendahkan negara.

"Saya harapkan teman-teman yang dapat LPDP, kalau nggak seneng , yang enggak (sama pemerintah), tapi jangan hina negara lah. Itu uang dari pajak dan sebagian utang untuk pastikan SDM kita tumbuh. Tapi kalo dipakai untuk hina negara, kita minta uang dan pajaknya," katanya.

Bukan hanya diminta mengembalikan uang beasiswa, Purbaya juga akan memblacklist Arya dan Tyas.

"Nanti akan saya blacklist dia, di seluruh pemerintahan nggak akan bisa masuk, nanti akan kita kalian lihat blacklist-nya seperti apa. Jadi jangan menghina negara anda sendiri," katanya.

Total uang yang harus dikembalikan diestimasikan mencapai sekitar Rp 2 miliar.

https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.