SRIPOKU.COM - Menjalankan puasa Ramadan bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga, tetapi juga memenuhi rukun yang menjadi syarat sahnya ibadah.
Puasa merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki aturan dan ketentuan khusus.
Agar ibadah puasa sah, terdapat rukun yang harus dipenuhi setiap Muslim.
Baca juga: Bacaan Doa Allahumma Innaka ‘Afuwwun: Amalan Utama 10 Malam Terakhir Ramadan
Para ulama sepakat bahwa rukun ini menjadi fondasi utama dalam pelaksanaan puasa Ramadan.
Berikut penjelasan lengkap tentang rukun puasa agar puasa sah dan bernilai di sisi Allah SWT, lengkap dengan dalil.
Berikut dua rukun puasa yang harus ada agar puasa sah:
Rukun Puasa yang Wajib Dipenuhi
1. Niat
Niat adalah adanya kesengajaan dalam hati untuk berpuasa. Untuk puasa Ramadan, niat dilakukan setiap malam sebelum terbit fajar, sebagaimana pendapat jumhur ulama. Niat tidak harus dilafalkan, tetapi cukup dihadirkan dalam hati sebagai bentuk kesadaran dan tekad menjalankan ibadah karena Allah SWT.
2. Menahan Diri
Menahan diri berarti tidak melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar (Subuh) hingga terbenam matahari (Magrib). Hal ini meliputi tidak makan, tidak minum, dan tidak melakukan hubungan suami istri pada siang hari. Selain itu, umat Islam juga dianjurkan menjaga diri dari perkataan dan perbuatan maksiat agar pahala puasa tetap terjaga.
Baca juga: Jadwal Imsak dan Buka Puasa 7 Ramadan 1447 H Palembang dan Sekitarnya, 25 Februari 2026
Dengan memahami dan menjalankan kedua rukun ini secara benar, puasa Ramadan menjadi sah secara syariat.
Lebih dari itu, menjaga kualitas ibadah dengan menghindari dosa dan memperbanyak amal saleh akan menyempurnakan pahala puasa.
Berikut sumber ayat Al-Qur’an dan hadis yang menjadi dasar rukun puasa.