Pegawai SPBU di Cipinang Trauma dan Ketakutan, Dianiaya Pria Ngaku Naik Mobil Jenderal
Wahyu Septiana February 24, 2026 03:07 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, PULOGADUNG - Tiga pegawai SPBU di Jalan Bekasi Timur Raya, Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur korban penganiayaan pria diduga anggota Polri kini mengalami trauma.

Tidak hanya luka fisik memar hingga gigi patah, korban khawatir pelaku yang mengaku menaiki mobil jenderal dan menyebut jabatan Kapolda itu kembali datang lalu menganiaya mereka.

Korban, Lukman Hakim (19) mengatakan khawatir pelaku kembali datang lantaran saat kejadian pelaku sempat mengejarnya hingga mes pegawai SPBU tempat karyawan beristirahat.

"Takutnya dia balik lagi mencari saya. Soalnya pas kejadian dia manggil nama saya terus, 'Lukman mana?' Kan saya pakai name tag, jadi dia tahu nama saya," kata Lukman, Selasa (24/2/2026).

Kekhawatirannya juga didasarkan karena dari ketiga korban mengalami penganiayaan, Lukman sebagai operator SPBU lah yang paling banyak berkomunikasi dengan pelaku.

Lukman juga merupakan petugas yang menyatakan bahwa pelaku tidak bisa mengisi BBM bersubsidi Pertalite, karena data antara pelat nomor kendaraan dengan jenis mobil tak sesuai.

Terlebih hingga kini pelaku masih buron, pun Lukman dan dua korban lainnya sudah melaporkan kasus ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Pulogadung. 

Pegawai SPBU korban dugaan penganiayaan aparat, Lukman Hakim (19) saat memberikan keterangan di Pulogadung, Jakarta Timur, Senin (23/2/2026).
Pegawai SPBU korban dugaan penganiayaan aparat, Lukman Hakim (19) saat memberikan keterangan di Pulogadung, Jakarta Timur, Senin (23/2/2026). (TribunJakarta.com/Bima Putra/Bima Putra)

"Khawatir, takutnya kan dia balik lagi bawa backing-annya, nggak tahu kan. Kita namanya dia dibilang (membawa mobil milik) Jenderal kan. Sementara kita masyarakat biasa," ujarnya.

Lukman menuturkan usai kejadian pimpinan SPBU di tempat kerjanya pun memberikan kelonggaran untuk sementara tidak bertugas hingga kondisi fisik dan psikisnya membaik.

Kini dia hanya dapat berharap pelaku yang melakukan penganiayaan tersebut dapat segera diamankan dan diproses hukum, agar memberikan efek jera serta mencegah kasus serupa terjadi.

"Seharusnya sih diproses hukum, Biar enggak kebiasaan begitu. Biar jadinya enggak belagu lah kalau misal ininya ibarat katanya. Kayak enggak songong ke orang lain," tuturnya.

Sebelumnya seorang pria diduga anggota Polri melakukan penganiayaan terhadap pegawai SPBU di Jalan Bekasi Timur Raya, Kelurahan Cipinang, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur.

Pelaku menganiaya tiga pegawai SPBU hingga babak belur hanya karena emosi tak diperbolehkan mengisi bahan bakar bersubsidi oleh petugas pada (22/2/2026) sekira pukul 22.24 WIB.

Ketiga korban mengalami penganiayaan yakni Lukmanul Hakim, operator yang bertugas, Khairul Anam selaku staf SPBU, dan Mahbudin selaku petugas operator berupaya merelai keributan.

Tiga pegawai yang SPBU di Jalan Bekasi Timur Raya, Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur menjadi korban penganiayaan seorang pria diduga anggota Polri.
Tiga pegawai yang SPBU di Jalan Bekasi Timur Raya, Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur menjadi korban penganiayaan seorang pria diduga anggota Polri. (TribunJakarta.com/Bima Putra/Bima Putra)

Korban Lukmanul Hakim dipukul di bagian rahang kanan, korban Khairul Anam ditampar, sementara korban Mahbudin dipukul sebanyak tiga kali hingga satu gigi depannya patah.

Berita Terkait

Baca juga: Ngaku Mobil Jenderal, Pria Diduga Oknum Polisi Aniaya 3 Pegawai SPBU di Cipinang hingga Gigi Patah

Baca juga: Pegawai SPBU Cipinang Dianiaya Pelanggan Ngaku Aparat, Alami Gigi Patah Hingga Diancam Dibunuh

Baca juga: Diduga Anggota Polri Aniaya 3 Pegawai SPBU di Jaktim, Propam Polda Metro Turun Tangan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.