TRIBUNNEWS.COM - Panasnya duel Real Madrid dan Benfica di playoff 16 besar Liga Champions musim ini tak lepas dari drama yang terjadi di pertandingan leg pertama.
Pada leg pertama yang digelar 18 Februari lalu, pertandingan sempat terhenti cukup lama di menit ke-50.
Hal itu bertepatan dengan Real Madrid yang mencetak gol melalui Vinicius Junior.
Vini Jr lantas melakukan selebrasi di depan tribune suporter Benfica yang membuat pertandingan menjadi panas.
Beberapa pemain terlibat kerusuhan dengan puncaknya adanya dugaan ucapan rasis yang dilakukan pemain Benfica, Gianluca Prestianini.
Baca juga: Kabar Baik untuk Real Madrid Jelang Leg 2 Play-off 16 Besar UCL, si Tukang Rasis Kena Skorsing
Singkatnya, kerusuhan yang terjadi itu diadukan kepada UEFA oleh dua tim, Real Madrid dan Benfica.
Dari kubu Real Madrid, mereka protes soal dugaan ucapan rasis yang dilakukan Prestianini.
Sedangkan Benfica mengadukan adanya dugaan tindakan kekerasan yang dilakukan pemain Real Madrid, Federico Valverde.
UEFA pun sudah membuat keputusan soal kedua aduan ini.
Namun keputusan yang dibuat organisasi sepak bola Eropa ini bertolak belakang bagi kedua tim.
UEFA memutuskan memberikan hukuman kepada Benfica dengan menjatuhkan sanksi larangan bermain kepada Prestianini.
Prestianini dilarang bertanding di satu pertandingan, yang bertepatan dengan laga leg kedua playoff 16 besar Liga Champions kontra Real Madrid.
Komisi Disiplin UEFA menjatuhkan skorsing sementara setelah membuka investigasi atas dugaan penghinaan rasis yang diarahkan kepada Vinicius.
UEFA menerapkan Pasal 14 Peraturan Disiplin yang mengatur tentang perilaku diskriminatif, sebagaimana dikutip dari Marca.
Meski sudah menjatuhkan sanksi kepada Prestianini, UEFA masih mungkin memberikan sanksi lainnya kepada Benfica atau pemain asal Argentina tersebut.
Sebagaimana UEFA menyatakan sikapnya itu dalam pernyataan resminya.
"Hal ini tidak mengurangi putusan apapun yang mungkin dibuat Komisi Disiplin UEFA setelah selesainya penyelidikan yang dilakukan dan menyerahkannya kepada ketua komisi," lanjut UEFA.
Dengan itu, Prestianini atau Benfica masih dihantui potensi sanksi yang bisa jatuh kepada mereka.
Situasi mencekam dari Benfica ternyata tak menyalur kepada Real Madrid.
Laporan yang dilakukan Benfica kepada Valverde resmi ditolak.
Benfica menyebut Valverde melakukan tindakan kekerasan kepada salah seorang pemainnya, Samuel Dahl, di menit ke-83.
UEFA menganggap kejadian itu sudah mendapatkan tanggapan dari wasit yang bertugas di lapangan.
Tanggapan itu sudah cukup untuk membereskan situasi yang ada di atas lapangan saat itu.
Keputusan berbeda dari UEFA bak menambah luka bagi Benfica.
Mereka bakal semakin berat berjuang meraih kemenangan dengan selisih dua gol di kandang Real Madrid.
Pasalnya mereka juga tak akan bisa didampingi pelatih Jose Mourinho yang diusir wasit keluar lapangan di laga leg pertama.
Mou protes lantaran Valverde tak mendapatkan kartu kuning di pelanggaran yang telah disebutkan.
Pertandingan leg kedua antara Real Madrid menghadapi Benfica akan digelar pada Kamis (26/2/2026) pukul 03.00 WIB di Santiago Bernabeu.
El Real unggul agregat berkat kemenangan 0-1 di leg pertama di markas Benfica.
(Tribunnews.com/Guruh)