BPJN Lampung Percepat Perbaikan Jalan Nasional Jelang Arus Mudik Lebaran
soni yuntavia February 24, 2026 05:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Lampung mempercepat perbaikan ruas jalan nasional jelang arus mudik lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi. 

Adapun proses pengerjaan dan difokuskan pada perbaikan jalan berlubang dan dilakukan serentak di tiga jalur utama yakni Lintas Tengah, Lintas Timur, dan Lintas Barat Sumatera.

Kepala BPJN Lampung, M Ali Duhari mengatakan, perbaikan jalan berlubang ini ditarget rampung H-10 lebaran Idul Fitri 2026 agar perjalanan pemudik berlangsung aman dan nyaman tanpa kendala akibat jalan rusak.

"Perbaikan jalan berlubang di tiga ruas jalan nasional di Lampung kami targetkan selesai pada H-10 Idul Fitri. Kami optimis seluruh ruas jalan siap dilalui masyarakat untuk mudik dengan lancar," ujar Ali Selasa in (23/2/2026).

Ali menjelaskan, total panjang jalan nasional yang ditangani mencapai 1.298,48 kilometer. Rinciannya, Jalur Lintas Barat sepanjang 333,57 km, Lintas Tengah 318,47 km, dan Lintas Timur 285,18 km.

Pantauan Tribunlampung, Selasa (24/2/2026), perbaikan jalan oleh BPJN untuk kebutuhan Mudik Lebaran dilakukan di ruas Jalan Soekarno-Hatta (ByPass) Bandar Lampung.

Di ruas ini, sejumlan petugas terlihat menyisir area jalan berlubang maupun bergelombang yang berpotensi membahayakan pengendara.

Adapun titik yang diperbaiki rata-rata didominasi oleh lubang berdiameter 10-30 cm dengan kedalaman hingga 10 cm.

Selanjutnya, lubang yang telah ditandai kemudian dibongkar dan dibersihkan, lalu ditambal dengan aspal baru.

"Petugas di lapangan setiap hari melakukan perbaikan sepanjang 5-10 kilometer. Aspal yang mengelupas dibongkar dengan mesin bor, dibersihkan, lalu ditambal dengan aspal hotmix baru," Ujar Ali.

Ali melanjutkan, perhatian khusus juga diberikan pada jalur pemudik motor dari arah Bakauheni menuju Bandar Lampung yang juga masih ditemukan banyak lubang.

Selain menambal sulam, BPJN Lampung juga menerjunkan tim sapu lubang untuk memantau kondisi aspal secara rutin. 

Selain itu, dilakukan juga perbaikan drainase dan pembersihan tanaman di bahu jalan agar jarak pandang pengendara tidak terganggu.

Guna mengantisipasi kondisi darurat saat puncak arus mudik, BPJN juga menyiagakan posko-posko di titik strategis.

"Untuk posko-posko di lengkapi dengan alat berat, material penambalan cepat hingga tempat istirahat. Jadi jika muncul lubang baru akibat beban kendaraan saat mudik, tim bisa langsung bergerak melakukan penanganan darurat," pungkas Ali. ( Tribunlampung.co.id / Hurri Agusto )

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.